Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Mahulu Semion menyebut total potensi lahan sawah di wilayah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 400 hektare.
“Potensi lahan sawah yang terdata itu lebih dari 400 hektare, tapi yang benar-benar fungsional saat ini masih di bawah 100 hektare,” kata Semion kepada Korankaltim.com Rabu (15/4/2026).
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk mendorong optimalisasi lahan melalui program cetak sawah dan rehabilitasi.
Program cetak sawah difokuskan pada lahan yang belum terdaftar sebagai lahan baku di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sementara untuk lahan yang sudah terdaftar, upaya yang dilakukan adalah melalui rehabilitasi.
“Lahan yang sudah masuk kategori lahan baku tidak bisa dicetak ulang, tapi bisa direhabilitasi. Sedangkan yang belum terdaftar, itu bisa masuk program cetak sawah,” papar Semion.
Saat ini melalui program cetak sawah, sebagian lahan mulai dioptimalkan. Dari target awal sekitar 141 hektare, realisasi yang sudah berjalan mencapai sekitar 40 persen.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program rehabilitasi untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Lahan yang selama ini tidak dikelola, itu yang kita dorong melalui rehabilitasi. Harapannya bisa menambah luas sawah fungsional,” papar Semion.
Dengan kombinasi program cetak sawah dan rehabilitasi, pemerintah menargetkan luas lahan sawah yang aktif dapat meningkat hingga minimal 200 hektare ke depan.
“Kalau bisa mencapai 200 hektare, itu sudah sangat membantu untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan di daerah,” tutup Semion.
Editor: Aspian Nur