Program yang diinisiasi melalui Kelompok Kerja (Pokja) II tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung gerakan gemar membaca, dengan memanfaatkan teknologi digital agar lebih mudah diakses masyarakat.
Peluncuran BUEK tidak sekadar seremoni, namun diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan. Program ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor, di antaranya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Takaq Sentawar dan TBM Edumag.
Ketua TP PKK Kecamatan Barong Tongkok, Vinsensia Yenny Martinus Rudi, mengatakan BUEK hadir sebagai jawaban atas tantangan literasi di era digital. Menurutnya, pendekatan berbasis teknologi menjadi kunci agar minat baca masyarakat bisa terus tumbuh.
“Selain buku fisik, kini masyarakat juga dapat mengakses bahan bacaan digital dengan mudah melalui smartphone. Isinya beragam, mulai dari cerita anak, parenting hingga menu sehat bagi balita, dan akan diperbarui setiap bulan,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Ia berharap kemudahan akses tersebut mampu menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya anak-anak dan keluarga, sehingga budaya membaca dapat tertanam sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, BUEK memanfaatkan sistem barcode yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai bahan bacaan digital secara praktis. Inovasi ini dinilai efektif mengikuti perkembangan zaman, di mana penggunaan perangkat digital semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sekretaris Camat Barong Tongkok, Edna Bonawati, menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya dibebankan kepada tenaga pendidik.
“BUEK hadir sebagai bentuk kepedulian kita bersama. Dimulai dari rumah, kader, kampung hingga ke tingkat kecamatan dan kabupaten untuk menggerakkan literasi secara kolektif,” tegasnya.
Melalui program ini, diharapkan lahir gerakan literasi yang lebih luas dan berkelanjutan di Kubar. Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan minat baca sekaligus kualitas sumber daya manusia di daerah.
Editor: Erwin