Orientasi bukan sekadar formalitas, melainkan tahapan penting yang akan menentukan kualitas serta masa depan para PPPK dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Orientasi ini hanya satu kali. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk memahami nilai dasar ASN, tugas, dan etika kerja,” kata Suhuk.
Hasil orientasi menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi dan perpanjangan perjanjian kerja, sehingga seluruh peserta wajib mengikuti dengan serius dan mencapai nilai minimal yang ditentukan.
Ada 433 peserta mengikuti orientasi tahun ini, terdiri dari 85 tenaga kesehatan, 277 tenaga teknis, dan 71 tenaga guru. Mereka merupakan tenaga terpilih yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik di Mahulu dan seluruh PPPK harus mampu menunjukkan profesionalisme, disiplin serta tanggung jawab sejak awal masa pengabdian.
“Bangun integritas sejak dini, pahami tugas masing-masing, dan bekerja dengan orientasi pelayanan kepada masyarakat,” tegas Suhuk.
Tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks mengharuskan ASN, termasuk PPPK, terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri. PPPK tidak boleh hanya bekerja sekadar memenuhi kewajiban tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Bekerjalah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui orientasi ini, Pemkab Mahulu menargetkan lahirnya PPPK yang profesional, adaptif dan berintegritas, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di daerah.
Editor: Aspian Nur