Berdasarkan data Kodim 0912/KBR, dari total 194 target titik pembangunan, baru 19 titik yang lahannya terverifikasi dalam portal pemetaan. Sementara masih ada 25 titik dalam tahap verifikasi atau pencarian lahan.
Tidak hanya itu, puluhan titik lainnya juga tercatat mengalami berbagai kendala, mulai dari ukuran lahan yang tidak sesuai standar, belum tersedianya akses listrik, hingga kebutuhan pematangan lahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kesiapan lahan masih menjadi tantangan utama dalam percepatan pembangunan KDMP di Kubar.
Kondisi tersebut turut dirasakan di tingkat kampung. Petinggi Kampung Melapeh Baru, Kecamatan Linggang Bigung Darmansyah mengungkapkan, sampai saat ini mereka belum memiliki lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan koperasi.
“Kalau di tempat kami lahan memang tidak ada. Sementara pemerintah meminta hibah lahan, sedangkan warga sekarang tidak ada yang mau menghibahkan,” ukata Darman kepada Korankaltim.com, Sabtu (11/4/2026).
Keterbatasan tersebut membuat pemerintah kampung kesulitan memenuhi persyaratan pembangunan. Terlebih, dana desa tidak diperbolehkan digunakan untuk pembelian lahan.
Di sisi lain ia juga menyebut adanya pengurangan anggaran yang diterima kampung, yang menurutnya berkaitan dengan program KDMP.
“Anggaran sudah dipotong, katanya untuk KDMP. Tapi kami juga belum tahu jelas penggunaannya seperti apa,” tambahnya.
Pemerintah kampung berharap ada solusi konkret dari pemerintah, khususnya terkait penyediaan lahan. Sebab, tanpa lahan yang memadai, pembangunan koperasi dinilai sulit untuk direalisasikan.
Program KDMP sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan koperasi dan pemanfaatan lahan yang produktif. Namun, di lapangan, kesiapan dasar seperti lahan dinilai masih perlu menjadi perhatian utama agar program dapat berjalan optimal.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis, baik dalam penyediaan lahan maupun sinkronisasi kebijakan, agar program yang digagas benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kampung di Kubar.
Editor: Aspian Nur