Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan menuju permukiman warga terputus. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa.
Kapolsek Bentian Besar, Iptu Nelson Eddy Bojoh, menjelaskan banjir terparah terjadi di Kampung Suakong dan Kampung Dilang Puti. Di Kampung Suakong, debit air setinggi dada orang dewasa menutup jalan utama menuju permukiman warga sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Untuk wilayah pemukiman di Kampung Suakong relatif aman karena berada di dataran yang lebih tinggi, namun akses masuk kampung terendam cukup dalam,” jelasnya kepada Korankaltim.com.
Sementara itu, di Kampung Dilang Puti, genangan air terjadi di sejumlah titik. Lahan bekas Kantor Polsek Bentian Besar dan asrama lama terendam hingga mencapai tangga bangunan, dengan ketinggian air sekitar mata kaki orang dewasa. Selain itu, jalan kampung di RT 002 juga tergenang hingga setinggi lutut.
Kondisi lebih parah terjadi di jembatan Jalan Poros Trans Kalimantan yang menghubungkan Kaltim dan Kalteng. Ketinggian air di sekitar jembatan dilaporkan mencapai sekitar dua meter, sehingga menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dengan kedalaman hingga setengah meter.
Meski demikian, hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian material akibat banjir tersebut.
Pihak kepolisian bersama unsur Forkopimcam Bentian Besar telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia dan anak-anak.
“Hingga siang hari, debit air masih terus mengalami kenaikan karena hujan masih berlangsung. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas,” tambahnya.
Situasi banjir masih terus dipantau, mengingat potensi kenaikan debit air Sungai Lawa masih terbuka apabila intensitas hujan tidak segera menurun.
Editor: Erwin