Langkah ini difokuskan pada edukasi sebagai bentuk mitigasi dini guna menekan potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang rentan terhadap kondisi cuaca kering.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Mahulu Stevanus Garuda menjelaskan, kalau pendekatan preventif menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah kejadian.
“Pencegahan menjadi fokus kami. Keterlibatan masyarakat sangat penting agar risiko kebakaran bisa ditekan sejak awal,” kata Stevanus Selasa (7/4/2026).
Petugas Damkar secara rutin turun ke kampung-kampung untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait sumber-sumber potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Dalam sosialisasi tersebut, warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, tidak meninggalkan kompor dalam kondisi menyala, serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap hal-hal kecil yang bisa memicu kebakaran, seperti pengkabelan yang sudah tidak layak atau kelalaian penggunaan api di rumah,” papar Stevanus
Langkah-langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar dalam menekan risiko kebakaran, terutama di musim kemarau ketika api mudah menyebar dengan cepat.
Edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat menjadi strategi yang lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan hanya mengandalkan penanganan kebakaran. “Tujuan kami adalah membangun kesadaran masyarakat agar memahami risiko dan cara mencegah kebakaran. Dengan begitu, kejadian bisa diminimalisir,” jelasnya.
Sosialisasi yang dilakukan Damkar Mahulu sejauh ini menunjukkan hasil positif. Hingga saat ini, belum tercatat adanya kejadian kebakaran besar setelah rangkaian edukasi dilaksanakan di berbagai kampung.
karena itu Damkar Mahulu berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan non-kebakaran melalui sosialisasi, penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat secara berkelanjutan karena langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat serta menekan risiko kebakaran secara maksimal di wilayah Mahakam Ulu.
Editor: Aspian Nur