Perubahan menyeluruh perlu dilakukan agar pembinaan olahraga di Mahulu dapat berjalan lebih profesional dan terarah. Dirinya menargetkan adanya perubahan signifikan, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 November tahun ini dan berharap Mahulu bisa memperbaiki posisi dari peringkat terakhir. “Target kami minimal bisa meraih medali dan berada di peringkat ke-7 atau ke-8. Sebelumnya kita berada di posisi ke-10,” sebut Yessi.
Untuk mencapai target tersebut dukungan anggaran menjadi satu diantara faktor penting, khususnya untuk pembinaan dan keberangkatan atlet. KONI Mahulu telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait dukungan pendanaan. “Memang yang paling penting itu pendanaan atlet. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan Alhamdulillah walaupun belum maksimal, anggaran yang ada relatif cukup,” ujarnya.
Anggaran tersebut diharapkan dapat mengakomodasi sekitar 301 atlet Mahulu yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Yessi juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem organisasi di tubuh KONI. Ia menegaskan ke depan pengelolaan organisasi harus berjalan lebih profesional. “KONI ini harus dijalankan secara profesional, agar benar-benar bisa mendukung visi Mahulu untuk maju dan melaju,” paparnya.
Meski waktu persiapan menuju Porprov 2026 terbilang singkat, sejumlah cabang olahraga yang telah lolos kualifikasi tetap menjalani latihan secara rutin. “Beberapa cabor yang sudah lolos BK tetap latihan. Memang belum terpantau langsung semua, tapi laporan dari pengurus menunjukkan kesiapan atlet terus berjalan,” ucap Yessi lagi.
Editor: Aspian Nur