Direktur SDM dan Transformasi Bulog Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan pembangunan gudang di Kubar merupakan bagian dari program nasional penguatan infrastruktur pangan. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 titik fasilitas serupa di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur. “Untuk Kubar ini menjadi bagian penting dalam memperkuat distribusi pangan, khususnya beras dan minyak goreng agar lebih cepat dan efisien,” kata Sudarsono kepada KoranKaltim.com.
Keberadaan gudang Bulog ini akan berperan dalam menjaga stabilitas harga melalui peningkatan ketersediaan pasokan di daerah. Selain itu, distribusi logistik ke wilayah sekitar juga diharapkan menjadi lebih lancar. Sambil menunggu pembangunan gudang permanen di Kutai Barat dan Mahakam Ulu, BULOG telah menyiapkan fasilitas penyimpanan sementara yang akan ditingkatkan kapasitasnya hingga sekitar 200 ton beras. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai solusi awal untuk menjaga kelancaran distribusi pangan di wilayah tersebut.
Selain itu dukungan pemerintah daerah juga diperlukan, terutama dalam peningkatan akses menuju lokasi gudang. Jalan dengan lebar sekitar 8 meter dinilai penting agar proses distribusi beras dapat berjalan lancar dan efisien.
Sementara Sekretaris BKAD Kubar Daniel Lesman menyebut hibah lahan ini merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus optimalisasi pemanfaatan aset daerah. Lahan yang dihibahkan memiliki luas 13.000 meter persegi yang berlokasi di Kampung Ngenyan, Kecamatan Barong Tongkok, dengan nilai hibah mencapai Rp747.552.000 Juta. Tanah tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Kubar yang diperoleh melalui pembelian pada tahun 2011. “Lahan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Perum Bulog, khususnya untuk mendukung penyimpanan dan distribusi bahan pangan bagi masyarakat,” kata Daniel.
Bupati Kubar Frederick Edwin menegaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Pembangunan fasilitas logistik pangan dinilai akan memberikan dampak jangka panjang, baik dalam menjaga kualitas hasil pertanian maupun menekan gejolak harga di pasaran.
Diharapkan pembangunan gudang dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, dukungan infrastruktur penunjang seperti akses jalan juga menjadi perhatian agar distribusi logistik berjalan optimal. “Melalui sinergi ini, kita ingin memastikan ketahanan pangan di Kubar semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Edwin.
Pada kesempatan itu Perum Bulog juga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat dengan total 17.599 penerima manfaat berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter yang diberikan sebagai upaya menjaga daya beli serta stabilitas pangan di Kubar.
Editor: Aspian Nur