Ketua Pasar Ramadan 2026 Amiruddin mengatakan, sebagian pedagang telah mengikuti kegiatan jualan takjil dan makanan berbuka puasa selama beberapa tahun terakhir. Ia sendiri mengaku sudah sekitar lima tahun berjualan setiap bulan Ramadan.
“ Dulu lokasinya di depan sini, baru tahun ini dipindah,” ujarnya saat diwawancara Korankaltim.com, Kamis (12/3/2026).
Sebelumnya, Pasar Ramadan berada di kawasan Masjid Jami' Baitul Mutaqqim Ujoh Bilang, namun pada tahun ini dipindahkan ke Lapangan Cor Ujoh Bilang.
Perpindahan lokasi membawa sejumlah perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama dari segi lalu lintas masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pasar.
Di lokasi sebelumnya pedagang biasanya membakar ayam dan ikan langsung di tempat sehingga aroma makanan yang tercium oleh masyarakat yang lewat sering membuat mereka singgah untuk membeli.
Sementara di lokasi yang sekarang, aktivitas masyarakat yang melintas relatif lebih sedikit. Akibatnya, setelah waktu berbuka puasa atau Magrib, jumlah pembeli cenderung menurun.
“Kalau di sini biasanya setelah Magrib sudah mulai sepi, jadi pedagang banyak yang langsung bongkar dan pulang. Kalau dulu sampai habis tarawih masih ada orang yang lewat dan membeli,” katanya.
Kondisi tersebut juga membuat sebagian pedagang memilih tidak ikut berjualan setelah mengetahui lokasi pasar dipindahkan.
Meski demikian, pria yang kerap disapa Amir itu menyebut sejumlah pedagang tetap bertahan dengan menyesuaikan strategi jualan, salah satunya dengan menambah variasi menu makanan.
Ia sendiri menjual berbagai makanan berat seperti olahan ikan patin diolah dengan varian seperti ikan patin bakar, pindang kepala patin, pepes ikan patin, sambal goreng hati, ayam bakar serta aneka sayuran dan kue-kue lainnya.
Menu yang cukup diminati pembeli adalah olahan ikan patin dari Sungai Mahakam, yang menurutnya memiliki cita rasa khas dibandingkan patin dari daerah lain.
“Ikan patin ini salah satu yang khas di sini. Biasanya diolah macam-macam, ada yang dibakar, dipindang, sampai dibuat pepes,” ujarnya.
Dalam sehari, Amir mengaku bisa memperoleh omzet penjualan sekitar Rp5 juta, bahkan pernah mencapai Rp6 Juta pada hari-hari tertentu.
Amiruddin menilai lokasi Pasar Ramadan yang baru sebenarnya memiliki sejumlah kelebihan, terutama dari segi fasilitas dan penataan area.
Lokasi di Lapangan Cor Ujoh Bilang memiliki lahan parkir yang cukup luas dan tidak mengganggu arus lalu lintas masyarakat seperti di lokasi sebelumnya.
“Di lokasi yang baru ini sebenarnya bagus. Lahan parkir sudah ada dan tidak mengganggu arus lalu lintas masyarakat,” ujarnya.
Pada awal pembukaan Pasar Ramadan tahun ini sebenarnya sempat digelar beberapa kegiatan seperti lomba-lomba untuk anak-anak di sekitar area pasar. Kegiatan tersebut dinilai cukup memberikan dampak positif bagi para pedagang.
“Waktu awal-awal sempat ada lomba anak-anak di sekitar sini. Itu sebenarnya bagus, karena orang tua yang mengantar atau menjemput anaknya biasanya sekalian beli makanan di Pasar Ramadan,” tutup Amir.
Editor: Aspian Nur