Asisten I Sekretariat Kabupaten Mahulu, Agustinus Teguh Santoso, mengatakan berbagai olahan berbahan pangan lokal seperti singkong, ubi putih, dan jagung yang ditampilkan pelaku UMKM dalam event daerah beberapa waktu lalu, khususnya dari Kecamatan Long Pahangai, menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk terus dikembangkan.
Menurutnya, ke depan olahan tersebut tidak hanya disajikan dalam bentuk sederhana, tetapi perlu melalui proses pengolahan yang lebih inovatif agar memiliki nilai tambah, baik dari sisi gizi maupun daya tarik produk.
“Harapannya olahan-olahan itu bisa ditingkatkan. Tidak hanya dari bahan alam yang langsung disajikan, tetapi diolah sehingga menambah nilai gizi dan menjadi lebih menarik,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia mencontohkan, bahan pangan lokal dapat dimodifikasi menjadi bubur olahan bergizi, camilan sehat, atau produk pangan lain yang beragam dan memenuhi prinsip gizi seimbang.
Selain itu, aspek keamanan pangan juga harus menjadi perhatian agar produk yang dihasilkan benar-benar layak konsumsi dan mampu bersaing di pasar.
Agustinus menilai, penguatan olahan pangan lokal bukan sekadar variasi menu, tetapi bagian dari visi besar membangun kemandirian daerah.
Dengan memaksimalkan potensi bahan baku yang tersedia di kampung-kampung, Mahulu dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk luar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Ia optimistis, melalui pendampingan, inovasi, dan komitmen bersama, UMKM Mahulu dapat berkembang lebih profesional dan berdaya saing.
“Harapan kita, olahan pangan bukan hanya untuk konsumsi internal, tetapi bisa menjadi produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi dan membanggakan Mahakam Ulu,” pungkasnya.
Editor: Erwin