Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh agama dan aparat keamanan, antara lain Ketua Rois Syuriah NU Kubar Ahmad Asrori yang juga Ketua MUI Kubar, Wakil Ketua Rois Syuriah KH Khus Syaiful, Kasat Bimas Polres Kubar Iptu Syamsul, serta pengurus Nusa NU, Fatayat Muslimah, dan berbagai badan otonom serta lembaga di lingkungan PCNU Kubar.
Plt Ketua PC GP Ansor Kubar, Fahrujiansyah Bachsan, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar perayaan rutin. Menurutnya, usia seratus tahun adalah momen refleksi untuk memperkuat identitas ke-NU-an di tengah masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Kita berkumpul di sini untuk membaca manaqib, dzikir dan doa bersama memohon perlindungan, keselamatan, kemaslahatan dan pertolongan Allah SWT di setiap aktivitas keseharian kita. Semoga kegiatan ini menjadikan kita semakin cinta NU dan menjadi kader militan sebagaimana perjuangan para pendiri NU terdahulu,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Minggu(1/2/2026).
Selama satu abad perjalanannya, NU konsisten mengawal keutuhan negara. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata personel Banser di lapangan yang aktif membantu TNI-Polri dalam menjaga keamanan objek vital dan sosial, termasuk rumah ibadah.
“Selama ini kami rutin memobilisasi Pasukan Banser untuk membantu pengamanan di wilayah ini, mulai dari pengamanan rumah ibadah saat saudara-saudari kita umat Nasrani menjalankan ibadah di gereja yang ada di Ibukota Sendawar. Sejak 1926 sampai saat ini NU selalu menegaskan NKRI harga mati,” tegasnya.
Ketua Banser Kubar sekaligus Ketua Panitia, Musman Seno, menjelaskan bahwa peringatan ini diisi dengan rangkaian gema shalawat, haul akbar, hingga pemotongan tumpeng. Ia menilai, suksesnya acara yang dipersiapkan secara singkat ini menjadi bukti kuatnya solidaritas antar pengurus di tingkat akar rumput.
“Kegiatan seperti ini memiliki potensi yang cukup besar jika dikelola dengan baik. Terbukti kegiatan yang direncanakan secara sederhana ini bisa berjalan dengan baik. Kami berharap pengurus NU, badan otonom dan semua warga NU bisa lebih solid dan kompak saling membantu,” pungkasnya.
Editor: Erwin