Camat Long Apari Petrus Ngo mengatakan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di APMS saat ini sangat terbatas akibat sulitnya pengangkutan selama musim kemarau.
Untuk mengantisipasi kelangkaan, petugas APMS membatasi penyaluran BBM maksimal 5 liter per kepala keluarga dengan sistem antrean. “Pelayanan biasanya dibuka mulai pukul 06.00 pagi, bahkan kadang sejak pukul 05.30,” ujar Petrus dalam pesan WhatsApp nya kepada Korankaltim.com, Selasa (27/1/2026).
Harga BBM eceran diluar APMS juga mengalami kenaikan dan saat ini berkisar antara Rp20 Ribu hingga Rp25 Ribu per liter.
Selain BBM, harga gas elpiji ukuran 12 kilogram di wilayah Long Apari dilaporkan mencapai Rp850 Ribu per tabung. Kenaikan harga ini turut dipicu oleh terbatasnya pasokan serta tingginya biaya distribusi ke wilayah perbatasan.
Kondisi serupa juga terjadi pada bahan pangan pokok yang mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Namun, data harga yang masuk baru mencakup wilayah ibu kota kecamatan dan kampung sekitar, sementara laporan dari Kampung Long Apari, Noha Tivab dan Noha Silat masih menunggu konfirmasi dari petinggi kampung setempat.
Atas nama masyarakat Kecamatan Long Apari, Petrus berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat mempercepat pembangunan akses jalan darat menuju wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan akses darat sangat penting untuk memperlancar distribusi gas elpiji, BBM, dan bahan kebutuhan pokok ke kawasan perbatasan.
Editor: Aspian Nur