Mengusung tema “Generasi Sehat Tanpa Narkoba”, Ketua Karang Taruna Kubar Tobi Rikardo menjelaskan, kegiatan diinisiasi sebagai respons atas kondisi peredaran narkoba di Kubar yang dinilai sudah mengkhawatirkan.
Generasi muda terutama pelajar usia sekolah, menjadi kelompok paling rentan sehingga perlu mendapatkan perhatian serius melalui pendekatan edukatif.
“Kami melihat persoalan narkoba di Kubar sudah masuk kategori darurat, terutama di kalangan anak muda. Karena itu Karang Taruna merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam upaya pencegahan melalui edukasi,” ujar Tobi kepada Korankaltim.com disela kegiatan talkshow.
Talkshow ini merupakan kegiatan perdana Karang Taruna Kubar di tahun 2026 dan melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Sejumlah narasumber dihadirkan, diantaranya dr Waluyo dari unsur kesehatan, Polres Kubar serta Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kubar. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada peserta, baik dari sisi kesehatan, hukum, maupun dampak sosial penyalahgunaan narkoba.
Sasaran utama kegiatan ini adalah pelajar tingkat SMP dan SMA. Sekitar 500 peserta dari sekolah-sekolah di sekitar Kota Sendawar antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari keterlibatan aktif pelajar selama kegiatan.
“Kami menargetkan pelajar sebagai peserta karena merekalah generasi penerus daerah. Mereka perlu dibekali pemahaman sejak dini agar mampu berkata tidak terhadap narkoba,” tambah Tobi.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar Kamius Junaidi menambahkan, penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda karena berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga pada pendidikan, kehidupan sosial, dan keamanan masyarakat.
Talkshow edukasi ini memiliki tujuan yang sangat strategis sebagai upaya pencegahan sekaligus penguatan kesadaran generasi muda untuk menjalani hidup sehat, produktif, dan berprestasi tanpa narkoba.
Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menekankan bahwa pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah. “Semoga para pemuda mampu menjadi agen perubahan dan bersama-sama mewujudkan Kubar yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba,” harap Kamius.
Editor: Aspian Nur