Sabtu (17/1/2026) hari ini, Tim Respons Bencana dari Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Timur kembali melanjutkan operasi pencarian di kawasan Kampung Penyinggahan Ilir RT 006, Kecamatan Penyinggahan.
Tim Brimob melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai di sekitar lokasi hilangnya Ismail menggunakan peralatan penyelamatan air lengkap. Pencarian difokuskan pada area yang berpotensi dilalui pria berusia 27 tahun itu, mengikuti arah arus Sungai Mahakam sejak titik awal menghilang.
Muhammad Ismail adalah ABK Kapal Berkat Hikmah. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu Ismail tengah melakukan aktivitas pembersihan di bagian atas kapal yang berada di perairan Kampung Penyinggahan Ilir. Dalam proses tersebut, diduga Ismail terpeleset dan jatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam.
Sejak laporan diterima, tim gabungan telah melakukan pencarian secara intensif. Namun hingga operasi hari kedua dilanjutkan, keberadaan korban masih belum ditemukan. Area pencarian pun terus diperluas dengan mempertimbangkan kondisi arus dan situasi di lapangan.
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai menyebut keterlibatan Brimob dalam operasi ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga ABK itu ditemukan. Personel di lapangan telah diinstruksikan bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan tim. Kehadiran Brimob dalam operasi ini merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan kami,” ujar Andy.
Ia juga mengimbau para pekerja kapal serta masyarakat yang beraktivitas di sepanjang sungai agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, termasuk menggunakan alat pelindung diri seperti pelampung saat bekerja di perairan.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam bekerja, khususnya di wilayah perairan. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur