Setelah dilakukan pemblokiran khusus bagi kendaraan perusahaan pada Selasa (13/1/2026) hari ini, pihak perusahaan langsung mengambil langkah dengan menurunkan alat berat serta mengirimkan material batu split untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak.
Penutupan dilakukan pada ruas Jalan Kampung Empakuq menuju Melak yang selama ini menjadi jalur aktivitas masyarakat sekaligus kendaraan perusahaan. Langkah tersebut ditempuh menyusul kondisi jalan yang kian memprihatinkan, dengan banyak lubang serta permukaan yang berlumpur dan licin saat musim hujan, sehingga menyulitkan mobilitas warga.
Petinggi Kampung Empakuq Bernardus kepada Korankaltim.com menjelaskan penutupan jalan tersebut bersifat terbatas dan tidak berlaku bagi masyarakat umum. Akses warga tetap dibuka seperti biasa, sementara pembatasan hanya diberlakukan untuk kendaraan perusahaan yang melintas di jalan kampung.
“Penutupan jalan ini hanya diberlakukan sementara bagi kendaraan perusahaan yang melintas jalan kampung. Untuk masyarakat umum tetap diperbolehkan melintas seperti biasa,” kata Bernardus.
Kebijakan itu diambil sebagai bentuk dorongan agar ada perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan kampung yang sudah lama rusak dan belum tersentuh perbaikan. Upaya tersebut kemudian direspons cepat oleh pihak perusahaan dengan memulai penanganan di lapangan.
“Setelah dilakukan pemblokiran, pihak perusahaan langsung menurunkan alat berat dan mengirimkan material batu split untuk memperbaiki jalan yang rusak,” jelasnya.
Informasi yang diperoleh media ini di lapangan, bantuan material dan perbaikan jalan tersebut berasal dari dua perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Kampung Empakuq, yakni PT DMP dan PT TCM.
Bernardus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kubar atas beredarnya informasi yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait penutupan jalan tersebut.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas kondisi jalan yang selama ini terganggu. Kerusakan jalan ini memang membutuhkan perhatian serius dan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Pemerintah Kampung Empakuq berharap adanya solusi jangka panjang dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Bernardus menyampaikan harapan agar pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah dapat mengalokasikan bantuan untuk perbaikan jalan kampung secara permanen.
“Kami berharap pada tahun anggaran ini pemerintah daerah dapat memberikan bantuan untuk perbaikan jalan di Kampung Empakuq, sehingga ke depan akses masyarakat bisa lebih aman dan lancar,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur