Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Damkar Satpol PP) Kutai Barat Abdul Kadir mengungkapkan, berdasarkan data dan hasil pengecekan di lapangan, sebagian besar kebakaran dipicu oleh masalah instalasi listrik meski ada pula kasus yang disebabkan oleh kompor gas, jumlahnya tidak sebanyak kebakaran akibat korsleting.
“Sepanjang tahun 2025 tercatat ada 19 kejadian kebakaran di Kutai Barat. Dari laporan yang kami terima dan hasil pemeriksaan di lokasi, mayoritas penyebabnya memang arus pendek listrik,” kata Kadir kepada Korankaltim.com, Jumat (2/2/2025)
Dari sisi kesiapan personel maupun peralatan, Bidang Damkar Satpol PP Kutai Barat terus melakukan penguatan. Sepanjang 2025, mereka melakukan pengadaan armada pemadam kebakaran untuk menunjang kecepatan penanganan di lapangan. “Untuk kesiapan SDM dan sarana-prasarana, Alhamdulillah kami sangat siap. Pada tahun 2024 Kami mengadakan 11 unit armada, sebagian didistribusikan ke kecamatan dan sebagian untuk peremajaan unit lama. Saat ini di Mako tersedia lima unit standby,” jelasnya.
Selain itu, pada 2025 Bidang Damkar Satpol PP Kubar kembali melakukan pengadaan 10 unit armada tambahan yang akan didistribusikan ke kecamatan-kecamatan. Langkah ini dilakukan agar seluruh kecamatan memiliki armada pemadam sendiri sehingga tidak selalu bergantung pada unit dari Mako.
Jarak tempuh dan kondisi infrastruktur masih menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran. Banyak lokasi kejadian berada cukup jauh dari pusat kota, sementara sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan rumah semi permanen.
“Rata-rata rumah yang terbakar bersifat semi permanen. Dalam waktu satu sampai dua jam sudah habis terbakar, sementara jarak dari Mako ke lokasi bisa memakan waktu beberapa jam. Itu sebabnya armada kami distribusikan ke kecamatan agar penanganan bisa lebih cepat,” jelasnya.
Untuk wilayah sulit dijangkau, khususnya kawasan pesisir Sungai Mahakam dan anak-anak sungainya, pihaknya juga melakukan pengadaan pompa apung yang akan ditempatkan di kecamatan. “Pompa apung ini memungkinkan suplai air dilakukan lebih cepat. Tidak selalu harus menunggu unit pemadam dari Mako,” ucap Kadir.
Sebagai upaya pencegahan, Bidang Damkar Satpol PP Kutai Barat juga membentuk relawan pemadam kebakaran di kecamatan-kecamatan yang dibekali pelatihan dan sosialisasi secara bertahap.
Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan listrik dan peralatan rumah tangga. “Pastikan sebelum meninggalkan rumah arus listrik dimatikan, kompor dicek, dan kondisi rumah benar-benar aman, terutama pada malam hari. Langkah sederhana ini bisa meminimalisir risiko kebakaran,” tutup Kadir.
Editor: Aspian Nur