Kondisi tersebut menyebabkan hampir separuh badan jalan ambruk dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama penghubung Samarinda-Kutai Barat.
Kapolsek Siluq Ngurai, Ipda Ginanjar Wahyu Utomo, mengatakan kerusakan jalan diduga dipicu oleh tingginya debit air akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Aliran air dari sisi hulu menggerus landasan jalan, terutama di bagian gorong-gorong, sehingga struktur jalan menjadi rapuh dan akhirnya ambles.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran air di bagian hulu menggerus bagian bawah jalan dan gorong-gorong. Kondisi ini membuat badan jalan tidak mampu menahan beban kendaraan dan akhirnya ambrol,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Akibat kejadian tersebut, sempat terjadi kemacetan kendaraan roda empat dan sejenisnya di sekitar lokasi longsor. Antrean kendaraan menghambat perjalanan masyarakat yang melintas di jalur utama Trans Kalimantan, yang merupakan akses vital penghubung Samarinda dan Kubar.
Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, pemerintah setempat bersama unsur Muspika, TNI, dan Polri segera melakukan pengaturan serta pengalihan arus lalu lintas. Pengendara dari arah Barong diarahkan melewati Jalan Simpang Manis dan keluar melalui Jalan Logging Kilometer 30 Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang.
Jalur alternatif tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, serta truk berukuran sedang. Namun demikian, pengguna jalan diimbau memperhitungkan waktu tempuh karena jalur alternatif memerlukan waktu perjalanan lebih lama dibandingkan jalur utama.
Seiring penanganan darurat, pihak Muspika bersama masyarakat setempat dan perusahaan PT Gunung Bayan telah menurunkan alat berat jenis ekskavator ke lokasi kejadian. Alat berat tersebut digunakan untuk membuka dan merapikan badan jalan agar dapat kembali dilalui kendaraan.
“Setelah ekskavator diturunkan dan dilakukan penanganan sementara, saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Namun untuk kendaraan roda enam atau truk besar masih kami arahkan menggunakan jalur alternatif demi keselamatan,” jelasnya.
Selain penanganan darurat, koordinasi juga terus dilakukan dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalitim guna mendorong percepatan perbaikan permanen. Mengingat Jalan Trans Kalimantan merupakan urat nadi transportasi dan perekonomian masyarakat, perbaikan menyeluruh dinilai sangat mendesak.
Pengendara yang melintas diimbau tetap waspada, mematuhi rambu-rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Editor: Erwin