Direktur RS HIS Sendawar, dr. I Nyoman Sumahardika, mengatakan pihak rumah sakit telah mengatur sistem pelayanan, khususnya pengaturan jadwal tenaga kesehatan. Langkah ini dilakukan agar pelayanan tetap berjalan normal meskipun sebagian tenaga medis menjalankan ibadah dan libur keagamaan.
“Pelayanan utama yang kami pastikan tetap berjalan adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, serta layanan perawatan lainnya. Selama libur, poli rawat jalan memang tutup, sehingga seluruh pasien yang membutuhkan layanan akan langsung ditangani melalui IGD,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (24/12/2025).
Ia menyebutkan, meskipun beberapa puskesmas di Kubar membuka layanan rawat inap 24 jam, pada praktiknya masyarakat cenderung langsung datang ke rumah sakit ketika mengalami gangguan kesehatan.
Kondisi ini menjadi perhatian pihak RS HIS dengan melakukan pengaturan alur pemeriksaan pasien serta pembagian waktu jaga tenaga medis di IGD.
Menurut Nyoman, prinsip pelayanan yang dipegang RS HIS adalah tidak menolak pasien, terutama dalam kondisi darurat. Penjadwalan dokter dan perawat dilakukan secara bergilir atau sistem rolling agar penanganan pasien tetap cepat dan tepat.
Dalam menghadapi potensi lonjakan pasien, pihak rumah sakit juga menyiapkan skema penambahan tenaga medis. Jika pada kondisi normal hanya dua dokter berjaga, maka jumlah tersebut dapat ditambah sesuai kebutuhan, terutama pada layanan IGD.
“Biasanya lonjakan pasien terjadi pada tanggal 25 dan 26 Desember serta saat malam dan awal Tahun Baru. Lonjakan ini umumnya terjadi setelah masyarakat melakukan pesta atau perayaan. Jenis kasusnya pun cukup beragam, mulai dari gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, keracunan makanan, hingga kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.
Selain itu, RS HIS Sendawar juga mengantisipasi kejadian luar biasa seperti kecelakaan berkendara dengan meningkatkan kesiapsiagaan petugas IGD.
Sistem rujukan pun disiapkan apabila pasien memerlukan penanganan lanjutan, dengan koordinasi bersama rumah sakit rujukan seperti AWS dan Parikesit.
Terkait ketersediaan obat-obatan, Nyoman memastikan stok dalam kondisi aman. Pengadaan obat telah disiapkan untuk kebutuhan kedepan. Alat kesehatan, khususnya untuk penanganan kasus emergensi, juga dipastikan siap digunakan. Meski ada beberapa dokter spesialis yang mengambil cuti, sebagian besar tetap standby memberikan pelayanan.
RS HIS Sendawar tidak hanya melayani pasien dari wilayah Kubar, tetapi juga menerima rujukan dan pasien dari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Hal ini disebabkan keterbatasan ketersediaan tenaga medis ahli di Mahulu, sehingga sejumlah kasus memerlukan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap di Kubar. Kondisi tersebut menjadikan kesiapan layanan RS HIS Sendawar sebagai hal yang krusial, terutama selama masa libur Nataru.
Nyoman mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia juga mengingatkan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang malam Tahun Baru yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada, menjaga pola hidup sehat, cukup istirahat, dan berhati-hati saat berkendara. Kami siap melayani, namun pencegahan tetap yang utama,” pungkasnya.
Editor: Erwin