Kabag Operasi Polres Kubar Kompol Emanuel Teguh Budi Santoso, menegaskan bahwa sterilisasi gereja merupakan tahapan penting dalam pengamanan ibadah Natal. Menurutnya, kesiapsiagaan personel harus dimulai sejak sebelum jemaat memasuki lokasi ibadah.
“Sterilisasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh area gereja benar-benar aman sebelum digunakan untuk ibadah. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bagian dalam gereja, area luar, hingga lingkungan sekitarnya,” kata Emanuel kepada Korankaltim.com.
Seluruh personel diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengedepankan sikap humanis dalam pelaksanaan pengamanan. Seluruh prosedur pengamanan diminta dilaksanakan secara profesional demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami tekankan kepada seluruh personel agar bertugas secara profesional, tetap humanis, dan berpedoman pada prosedur yang telah ditetapkan. Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani saat menjalankan ibadah Natal,” ujarnya.
Sterilisasi dilakukan di sejumlah gereja yang menjadi pusat pelaksanaan ibadah Natal di wilayah Kubar. Lokasi tersebut meliputi Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Barong Tongkok, Gereja Katolik Paroki Kristus Raja, GKKA Indonesia Sendawar, serta Gereja Katolik Paroki Santo Thomas Aquinas di Katolik Center Kutai Barat.
Dalam kegiatan ini, personel melakukan pemeriksaan terhadap bangunan gereja, ruang ibadah, area parkir, hingga titik-titik yang dianggap rawan. Teguh menyebut, pemeriksaan dilakukan secara teliti sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.
“Kami ingin memastikan tidak ada hal yang berpotensi mengganggu jalannya ibadah. Karena itu, setiap sudut kami periksa agar pelaksanaan Natal benar-benar berlangsung dengan aman dan kondusif,” sebut Emanuel lagi.
Pengamanan sterilisasi gereja ini melibatkan personel gabungan dari Polri, Brimob, dan TNI. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Kubar dalam menjaga stabilitas keamanan selama momentum Nataru.
“Dengan dukungan personel gabungan, kami berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman. Kami ingin kehadiran aparat benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tutup Emanuel.
Editor: Aspian Nur