Ajang yang digelar Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kubar tersebut menjadi ruang bagi generasi muda Kristiani menampilkan karya terbaik dalam musik dan seni rohani.
Ketua Panitia Pelaksana Agustinus Bakti kepada Korankaltim.com disela acara menjelaskan, kegiatan tahun ini dirancang sebagai wadah pembinaan talenta musik gerejawi. Para peserta tak hanya berlomba tetapi juga didorong mengembangkan kemampuan olah vokal, kekompakan, dan ekspresi seni rohani.
“Melalui GMF 2025, kami ingin menggali potensi muda-mudi Kristiani dan mendorong lahirnya penyanyi serta musisi rohani yang bisa menginspirasi banyak orang,” kata Agustinus.
Festival yang berlangsung hingga 12 Desember hari Jumat lusa nanti diikuti 341 peserta dari berbagai kategori, mulai solo vocal anak dan dewasa, vocal grup, festival band gerejawi hingga tari tamborin.
Ketua LPPD Kubar Pelipus Dayak menambahkan, pembinaan tahun ini dilakukan lebih luas hingga tingkat kecamatan. Dukungan pemerintah daerah, menurutnya, digunakan untuk memperkuat kepengurusan LPPD di 16 kecamatan serta menyiapkan jalur pembinaan berjenjang.
“Acara ini menjadi momentum mencari talenta terbaik yang nantinya mewakili Kubar di tingkat provinsi maupun nasional. Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Pelipus.
Ayonius saat membuka kegiatan menilai GMF sebagai ruang penting bagi pembinaan seni rohani di daerah. Acara ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya pemerintah memperkuat karakter generasi muda melalui musik, disiplin, dan kreativitas.
“Kami ingin pembinaan ini benar-benar berdampak, bukan hanya pada kualitas vokal tetapi juga pada pembentukan karakter,” kata Ayonius.
Editor: Aspian Nur