Asisten I Setkab Mahulu, Agustinus Agus Santoso, yang meninjau langsung pelaksanaan seleksi, menyampaikan bahwa kegiatan perdana ini menjadi momentum penting bagi Mahulu untuk memperkuat kualitas peserta MTQ.
“Hari ini saya meninjau pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Mahakam Ulu. Ini dilakukan untuk menyeleksi peserta yang nantinya mewakili Mahulu pada MTQ tingkat provinsi tahun 2026,” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi kepada LPTQ Kabupaten Mahulu yang telah menyelenggarakan STQ perdana ini dengan baik.
Menurutnya, koordinasi dan sosialisasi perlu diperluas agar melibatkan lebih banyak peserta dari seluruh kecamatan.
“Saya mengapresiasi pengurus LPTQ Kabupaten Mahakam Ulu yang telah melaksanakan seleksi ini. Ke depan, kegiatan perlu ditingkatkan dan disosialisasikan hingga ke LPTQ kecamatan, sehingga seleksinya semakin aktif dan diikuti lima kecamatan secara langsung,” jelasnya.
Pada pelaksanaan awal ini, sebanyak 16 peserta mengikuti seleksi. Namun terdapat satu peserta yang tidak memenuhi syarat administrasi terkait keikutsertaan dalam STQ dan MTQ.
“Untuk mewakili Mahulu, peserta wajib berstatus penduduk Mahakam Ulu yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP minimal enam bulan sebelum MTQ provinsi dimulai. Satu peserta tidak bersedia pindah KTP sehingga tidak memenuhi syarat,” terang Agustinus.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi peserta yang lolos seleksi agar siap menghadapi MTQ tingkat provinsi.
“Masih ada waktu menuju Oktober 2026. Karena itu saya minta agar para pemenang seleksi terus dipantau dan dibina setiap bulan. Pada cabang hafalan 100 hadis, misalnya, tadi ada peserta yang baru menghafal 16 hadis. Itu sudah bagus, tetapi masih harus mengejar kekurangan 84 hadis,” tambahnya.
Agustinus menyatakan bahwa pelaksanaan STQ perdana ini sudah berjalan baik dan menunjukkan antusiasme masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang diikuti lebih banyak peserta, sehingga Mahulu dapat mengirim kafilah yang lebih siap dan kompetitif di tingkat provinsi.
Editor: Erwin