Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi cerdas dan berdaya saing di masa depan.
Angela mengungkapkan, jauh sebelum menjabat sebagai Bunda Literasi, dirinya sudah memiliki keinginan untuk mencanangkan kegiatan membaca rutin di sekolah-sekolah setiap hari Jumat.
“Saya ingin anak-anak Mahakam Ulu punya waktu membaca setiap Jumat. Tidak perlu buku pelajaran, cukup buku cerita atau dongeng yang menyenangkan,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).
Ia menilai, kegiatan membaca yang dilakukan secara santai dan menyenangkan dapat menumbuhkan semangat belajar serta memperluas wawasan anak-anak.
Selain itu, kebiasaan membaca juga diyakininya mampu melatih kemampuan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri siswa.
Angela juga mengaku prihatin dengan kondisi sebagian anak di Mahakam Ulu yang masih mengalami kesulitan membaca meski sudah berada di usia sekolah.
Untuk itu, ia berinisiatif menggandeng mahasiswa dan tenaga pendidik agar bersama-sama memberikan pendampingan belajar tanpa memungut biaya.
“Saya ingin ada kelas khusus bagi anak-anak yang kesulitan membaca. Tidak usah lama-lama, cukup 30 menit saja supaya efektif dan menyenangkan,” jelasnya.
Menurut Angela, langkah kecil seperti kegiatan membaca rutin atau kelas tambahan tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap kemajuan pendidikan di Mahulu.
“Hal kecil tapi berdampak besar. Saya ingin anak-anak Mahakam Ulu setidaknya bisa membaca, karena dari membaca kita bisa mendapatkan ilmu dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Selain fokus pada peningkatan literasi, Angela juga menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjabat sebagai Bupati.
Ia mengaku sempat memiliki keinginan menjadi petinggi di kampung kelahirannya, Mamahak Besar, karena ingin melihat pengelolaan dana kampung yang lebih maju dan transparan.
“Ternyata jalan Tuhan itu luar biasa. Kita tidak tahu bagaimana dan kapan. Jadi sudah sampai di titik ini, saya hanya bisa bersyukur,” pungkasnya.
Editor: Erwin