Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahulu, Didik Subagya, menyampaikan bahwa pengerjaan terminal penumpang ditargetkan rampung pada Desember tahun ini.
Menurutnya, pembangunan runway sepanjang 750 meter telah selesai tahap pengaspalan dan siap digunakan. Sementara itu, parit dan jalan akses menuju bandara juga telah rampung.
”Runway 750 sudah proses aspal, sudah selesai. Sisi udara sudah clear, parit-parit sudah, jalan masuk juga sudah. Tahun ini kita fokus di sisi darat, yaitu terminal penumpang,” jelas Didik saat diwawancarai media, Rabu, (6/10/2025).
Lanjutnya, keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan utama dalam pembagian porsi pembiayaan antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.
Berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kementerian Perhubungan, pembiayaan proyek dibagi secara proporsional.
“Kita harapkan karena anggaran kita ini terbatas, sesuai juga dengan komitmen Pak Gubernur, sisi darat itu nanti ditangani provinsi, sedangkan sisi udara karena sudah masuk RPJMN akan menjadi tanggung jawab kementerian. Jadi anggaran kabupaten bisa fokus untuk infrastruktur jalan,” terangnya.
Didik menyebutkan, dari total pelaksanaan proyek sejak tahun 2023, alokasi anggaran untuk pembangunan fisik bandara mencapai sekitar Rp200 miliar, yang dikerjakan secara bertahap hingga tahun 2025.
Terkait operasional bandara, Didik menegaskan secara fisik landasan pacu sudah memungkinkan untuk digunakan. Namun, izin dan regulasi penerbangan masih dalam proses oleh pihak Kementerian Perhubungan.
“Kalau secara fisik bisa beroperasi, tapi untuk izin operasional itu kewenangan teman-teman di perhubungan. Kami sudah usulkan dan mereka sedang memproses regulasinya,” ujarnya.
Dengan selesainya pembangunan terminal penumpang dan infrastruktur pendukung lainnya, Pemkab Mahulu berharap bandara ini dapat segera beroperasi dan menjadi akses vital transportasi udara bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Editor: Erwin