Aplikasi ini sendiri dirancang untuk mendukung efektivitas pengawasan operasional angkutan umum sungai, yang menjadi jalur transportasi utama masyarakat di Mahulu.
Melalui sistem pendataan penumpang secara digital, setiap perjalanan dapat tercatat dan terpantau secara terintegrasi oleh petugas pengawas.
Kepala Dinas Perhubungan Mahulu Fransiskus Lawing menjelaskan kalau penerapan SI PAUS memungkinkan seluruh data perjalanan mulai dari identitas penumpang, jadwal keberangkatan, hingga rute perjalanan—tersimpan secara terpusat.
Hal ini dinilai mampu meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus memaksimalkan perlindungan bagi pengguna jasa transportasi sungai.
“Sistem digital tersebut juga dapat berfungsi di luar jaringan (offline) sebagai upaya back up data jika terjadi gangguan sinyal, terutama di wilayah yang terdata blank spot area,” kata Frans kepada Korankaltim.com Rabu (24/9/2025).
Selain mendukung aspek keselamatan, SI PAUS juga diharapkan menjadi instrumen penting dalam menjaga ketertiban umum pada penggunaan transportasi sungai.
Kehadirannya diharapkan mendorong kesadaran masyarakat serta pelaku usaha angkutan air untuk lebih patuh terhadap regulasi yang berlaku.
Secara keseluruhan, penerapan SI PAUS menjadi inovasi penting bagi Dinas Perhubungan Mahulu dalam menjawab tantangan geografis sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi sungai yang andal.
Inisiatif ini juga memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, tidak hanya pada sektor transportasi darat dan udara, tetapi juga jalur air sebagai urat nadi pergerakan masyarakat di Mahakam Ulu.
Editor: Aspian Nur