Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan saat dikonfirmasi Jumat (5/9/2025) hari ini. Dijelaskannya, hujan derasyang mengguyur sejak malam hari membuat volume air meningkat tajam dan meluap ke permukiman.
“Curah hujan beberapa waktu lalu memang cukup tinggi di daerah Long Pahangai, terutama di hulunya Sungai Melaseh,” kata Agus kepada Korankaltim.com.
Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Long Pahangai dalam beberapa hari ke depan relatif aman.
“Untuk perkiraan BMKG, cuaca di Kecamatan Long Pahangai belum menunjukkan adanya potensi hujan deras,” jelasnya.
Meski begitu masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan yang rawan bencana hidrometeorologi basah.
“Kami minta masyarakat Mahulu, khususnya yang bermukim di perbatasan Long Apari dan Long Pahangai, agar selalu waspada. Pastikan gotong royong membersihkan selokan dan drainase, memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG, serta berkoordinasi dengan BPBD apabila terjadi keadaan darurat,” pesannya.
Sebagai informasi, banjir bandang di Long Isun terjadi dini hari kemarin sekitar pukul 04.00 WITA dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter. Sejumlah rumah warga terendam, sementara ternak serta peralatan rumah tangga hanyut terbawa arus deras. Meski menimbulkan kerugian material, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hingga siang hari kemarin kondisi air mulai berangsur surut, dan warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur yang menutup pemukiman.
Editor: Aspian Nur