Ada delapan sekolah dengan total 2.433 siswa tercatat sebagai penerima manfaat MBG melalui dapur SPPG Polres Kubar. Edwin menilai kehadiran program nasional yang digulirkan pemerintah pusat itu sangat tepat sasaran bagi peningkatan gizi anak.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya MBG yang telah berjalan ini, terutama kepada Polres dan Kodim yang berinisiatif membantu program pemerintah pusat, program Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran. Bantuan ini langsung menyasar siswa-siswi di Kutai Barat untuk perbaikan gizi serta mencegah stunting yang masih cukup tinggi di wilayah ini,” kata Edwin kepada KoranKaltim.com.
Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani, yang turut mendampingi, menyebut antusiasme pelajar jadi bukti program ini disambut baik.
“Tadi kita saksikan anak-anak senang sekali dengan program MBG ini. Kami dari Pemkab mendorong penambahan SPPG lain agar program ini bisa merata di seluruh wilayah Kutai Barat. Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar,” harapnya.
Maria Edwin, yang juga hadir, menambahkan pentingnya keberlanjutan MBG. “Kita lihat anak-anak sangat antusias. Harapannya program ini tidak hanya di Barong Tongkok, tapi juga merata di 16 kecamatan di Kutai Barat. Menu yang disiapkan juga sudah sesuai takaran gizi, ada sayur, ayam, dan buah, dengan ahli gizi yang selalu memantau,” ungkapnya.
Kepala SDN 002 Barong Tongkok, Susantiana, turut bersyukur atas perhatian pemerintah.
“Kami bersyukur atas program ini, terutama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Semoga berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kubar, Yugis Asih, menyebut cakupan MBG terus diperluas.
“Saat ini dapur SPPG Polres Kubar melayani delapan sekolah di Barong Tongkok, ditambah 13 sekolah lain melalui SPPG Ruyoq. Jadi total sudah ada 21 sekolah, dan jumlahnya akan terus bertambah hingga menjangkau seluruh wilayah Kubar,” jelasnya.
Program MBG di Kubar diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi pelajar, tetapi juga membawa manfaat ekonomi dengan memberdayakan tenaga dapur serta pelaku usaha lokal.
Editor: Aspian Nur