Kegiatan ini diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom dan terpusat di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) dengan kehadiran para kepala kampung dan pengurus koperasi dari berbagai wilayah di Kubar.
Bupati Kubar, Fredrick Edwin dalam arahannya menyampaikan bahwa momentum ini harus dimaknai sebagai langkah awal penguatan fondasi ekonomi desa.
Koperasi tidak boleh berhenti pada pembentukan kelembagaan semata, tetapi harus mampu menjelma menjadi penggerak utama usaha produktif di kampung-kampung.
“Koperasi Merah Putih harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Mulai dari peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja, hingga memperkuat akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan,” ujar Fredrick.
Bupati juga meminta seluruh jajaran pengelola koperasi untuk mengutamakan tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga, maupun pelaku usaha yang ada di wilayah Kutai Barat. Proses pelayanan dan perizinan koperasi juga diminta untuk dipermudah agar roda usaha bisa segera berjalan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Disperindagkop UKM Kubar, Abed Hadrianus memaparkan Koperasi Merah Putih telah terbentuk 194 desa dan kelura di Kubar. Jumlah ini mencakup 190 koperasi di kampung dan empat di kelurahan.
Peluncuran nasional ini juga disertai dengan instruksi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kapasitas koperasi di bidang digitalisasi usaha, keuangan inklusif, serta penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah masing-masing.
Pemerintah Kubar menilai koperasi akan memainkan peran strategis di masa depan, terutama dalam menghadapi dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan perluasan akses ekonomi di pedalaman Kalimantan.
Editor: Erwin