Kubar Rampungkan Pendirian 194 Koperasi Merah Putih, SDM jadi Tantangan
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Koperasi Merah Putih yang merupakan program nasional resmi terbentuk di Kutai Barat (Kubar).
Total ada 194 koperasi, terdiri dari 190 kampung dan 4 kelurahan di kabupaten tersebut yang dibentuk sebagai wujud dukungan terhadap agenda strategis nasional Presiden RI.
“Semua sudah terbentuk dan SK-nya sudah terbit. Terakhir awal Juli bulan ini karena beberapa kampung memang aksesnya jauh seperti Lemper dan Deraya,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi Dinas Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disprindakop UKM) Kubar Abed Hadrianus kepada Korankaltim.com Rabu (16/7/2025).
Target nasional sebenarnya mengharuskan pembentukan koperasi rampung pada 30 Juni tapi karena kendala geografis beberapa wilayah membutuhkan waktu tambahan. Meski begitu, seluruh koperasi kini sudah sah secara administrasi.
Setiap kampung dan kelurahan diwajibkan memiliki satu koperasi. Proses pembentukannya dibiayai dari dana desa dengan alokasi sekitar Rp2,5 Juta per kampung atau kelurahan. Khusus wilayah kelurahan, pembiayaan dilakukan menggunakan anggaran operasional pemerintah setempat.
Meski struktur koperasi sudah terbentuk, tantangan pelaksanaan masih cukup besar di lapangan, diantaranya kekhawatiran masyarakat terhadap kabar koperasi akan mendapatkan pagu dana Rp3 Miliar dari pusat.
Menurut Abed banyak warga khususnya calon pengurus koperasi merasa khawatir akan risiko yang ditanggung jika koperasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Banyak yang takut jadi pengurus karena merasa kalau usahanya gagal dan terjadi kredit macet, mereka yang harus mengganti, padahal dana itu tidak langsung turun, tapi berbasis proposal dan rencana usaha,” paparnya.
Sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah pusat terkait siapa yang akan bertanggung jawab bila koperasi mengalami gagal bayar. Isu dana desa akan dijadikan jaminan justru menambah kekhawatiran warga, hal mana yang memengaruhi minat generasi muda untuk terlibat, karena selain risikonya besar, koperasi juga belum menjanjikan penghasilan tetap bagi pengurus.
Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, Disprindakop Kubar telah mengusulkan pelatihan manajemen koperasi ke pemerintah provinsi. Saat ini terdapat sekitar 500 koperasi di Kubar namun koperasi yang aktif dalam arti rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) jumlahnya tidak sampai 100.
Launching resmi koperasi secara nasional dijadwalkan pada 27 Juli 2025. Kubar disebut sudah siap, tinggal menunggu arahan lebih lanjut dari pusat. “Kami tinggal menunggu tindak lanjut pusat. Pembentukan sudah selesai, tapi pelaksanaan ke depan harus benar-benar didampingi dan difasilitasi, agar koperasi tidak hanya sekadar formalitas di atas kertas, tetapi bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat di kampung-kampung," tutup Abed.
Editor: Aspian Nur









