Aparat kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Kami masih melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari para saksi,” jelas Kapolsek Long Iram Iptu Andi Ahmad Salman kepada Korankaltim.com Kamis (26/6/2025) hari ini.
Dalam peristiwa yang menghanguskan 40 bangunan terdiri dari mulai dari rumah warga dan kios pasar, kantor hingga bangunan sarang burung walet itu, sebanyak 33 kepala keluarga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah menyalurkan bantuan awal baik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial juga kecamatan. Bupati Kutai Barat Frederick Edwin sudah meninjau lokasi kebakaran sebagai bagian dari respons cepat pemerintah daerah.
Warga yang terdampak kebakaran saat ini mengungsi di halaman rumah dinas camat Long Iram. Kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain sembako, air minum kemasan, pakaian dan perlengkapan harian.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di RT 03 Kampung Long Iram Kota itu terjadi sekitar pukul 04.30 WITA. Rumah warga beserta sarang burung walet, kios pasar serta dua kantor yaitu kantor kampung dan kantor PKK Long Iram Kota hangus dalam musibah ini.
Upaya pemadaman sempat terkendala akibat terbatasnya peralatan dan sulitnya akses ke lokasi kejadian. Saat api mulai membesar, warga hanya mengandalkan pompa portable serta sebuah slip on milik Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla).
Editor: Aspian Nur