Diselenggarakan selama dua hari berturut-turut di area demplot lahan gelar teknologi, kegiatan ini menunjukkan tingginya antusiasme peternak lokal dalam menampilkan hasil pemeliharaan hewan ternak mereka.
Pada hari pertama, kontes menampilkan lima ekor sapi jenis Bali yang dinilai berdasarkan empat kriteria utama, yakni kondisi fisik dan kesehatan, ukuran serta bobot tubuh, struktur tubuh dan postur, serta kualitas genetik untuk kelas bibit.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Samson Alexander, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bentuk apresiasi atas jerih payah para peternak.
“Kontes ini kita akan melihat kualitas ternak. Yang jadi pemenang menunjukkan jerih payah bapak ibu dalam memeliharanya. Melalui kontes diharapkan bisa meningkatkan teknik memelihara dan kualitas ternak. Semoga kontes ini bisa diselenggarakan setiap tahun,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Senin (23/6/2025).
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Sukorilawan, menyampaikan bahwa pada hari kedua pelaksanaan, kontes ternak kambing diikuti oleh 14 peserta. Ia mengaku kagum dan bangga melihat semangat serta antusiasme para peternak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini adalah momen terbaik untuk menyaksikan potensi peternakan di Kutai Barat. Peternak kita sangat antusias dan hewan-hewan yang mereka pelihara ini secara umum memenuhi standar yang kita harapkan,” ucapnya.
Penilaian pada kontes kambing difokuskan pada performan dan bobot tubuh. Guna menjamin objektivitas dan netralitas dalam proses penjurian, dewan juri dihadirkan dari Dinas Peternakan Provinsi Kaltim.
Kegiatan kontes ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi mutu ternak, tetapi juga sebagai wahana memotivasi peternak untuk terus meningkatkan kualitas pemeliharaan dan produktivitasnya.
Melalui ajang seperti ini, diharapkan lahir bibit-bibit ternak unggul yang mendorong kemajuan sektor peternakan di Kutai Barat dan Kalimantan Timur secara umum.
Editor: Erwin