Program bantuan internet gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini menargetkan 841 titik se-Kaltim, dan Kutai Barat menjadi daerah prioritas pertama dalam proses pemasangan.
Kepala Diskominfo Kutai Barat, Rustam Efendi, mengatakan pihaknya bukan hanya melaksanakan sosialisasi, tetapi juga menjadi pelaksana langsung program pemasangan internet gratis di wilayah tersebut.
“Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi kepada para petinggi kampung. Ini penting agar mereka memahami dan bisa menyampaikan ke warganya bahwa internet gratis ini bukan hanya untuk kantor kampung, tapi seluruh masyarakat bisa mengaksesnya,” ujar Rustam kepada Korankaltim.com, Rabu (18/6/2025).
Lanjutnya, Sosialisasi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas ruang dan jadwal, mengingat jumlah kampung yang mencapai 190.
“Metode bertahap ini justru lebih efektif. Kita bisa sampaikan dengan jelas kepada masing-masing petinggi, sehingga saat mereka kembali ke kampung, mereka paham dan bisa meneruskan ke masyarakat,” tuturnya.
Program internet gratis ini merupakan bagian dari enam program unggulan Gratispol yang digagas oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Khusus untuk subprogram Gratis Pol Internet Desa, pemerintah provinsi membiayai pemasangan dan operasional internet gratis di berbagai kampung, guna mendukung akses informasi, pendidikan, dan pelayanan publik berbasis digital hingga ke wilayah blank spot.
Di setiap kampung, perangkat akan dipasang pada satu titik. Lokasinya fleksibel, tergantung kesiapan wilayah, bisa di kantor petinggi, sekolah, atau puskesmas pembantu. Jika suatu kampung sudah memiliki jaringan seperti Starlink, maka perangkat bisa dialihkan ke titik lain yang belum memiliki akses internet.
“Kami harap jangan sampai fasilitas internet gratis ini tidak dimanfaatkan. Justru ini peluang bagi masyarakat, khususnya di wilayah blank spot, untuk mendapatkan akses informasi dan layanan digital,” jelasnya.
Menurut Rustam, para petinggi kampung menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini dan menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim.
“Mereka merasa bersyukur karena bantuan ini sangat membantu kebutuhan masyarakat akan konektivitas,” ujarnya.
Pemasangan perangkat dilakukan secara bertahap mulai Juni ini. Dengan 190 titik yang ditargetkan di Kutai Barat, program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan digital dan memperkuat pelayanan publik berbasis teknologi di kampung-kampung.
Editor: Erwin