Mereka terdiri dari 140 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 386 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mana penyerahan SK digelar dalam rangkaian kegiatan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Tribun Ujoh Bilang.
Seluruh penerima SK menyambut gembira dan Bahagia karena mereka kini mengemban amanah sebagai pelayan publik di wilayah perbatasan yang penuh tantangan.
Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, dalam sambutannya menyebut proses seleksi ASN telah dilakukan secara objektif, transparan dan berbasis sistem merit, didasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar tanpa diskriminasi.
ASN disebutnya garda terdepan reformasi birokrasi yang dituntut untuk tangguh, disiplin dan adaptif. “Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi bentuk kepercayaan negara untuk mengabdi sebagai pelayan masyarakat. Jangan datang kesini dengan mental manja, mudah mengeluh atau berharap kenyamanan,” tegas Bonifasius usai membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI.
Mahulu adalah daerah perbatasan yang terpencil dengan berbagai keterbatasan. Oleh sebab itu, ASN yang bertugas di Mahulu dituntut memiliki daya juang tinggi, siap menghadapi tantangan dan mampu membawa perubahan nyata.
Orang nomor satu di Mahulu itu juga menyoroti pentingnya integritas dan kontribusi sejak hari pertama bertugas, baik bagi CPNS yang masih menjalani masa percobaan, maupun bagi PPPK yang langsung masuk ke lingkungan kerja.
“Bagi CPNS, masa percobaan itu bukan sekadar formalitas. Tunjukkan anda layak menjadi bagian dari birokrasi profesional. Bagi PPPK, kehadiran anda harus langsung membawa dampak, jangan menunggu disambut, tapi mulailah menyapa. Jangan menunggu diperintah, tapi ambillah inisiatif,” papar Bonifasius.
ASN Mahulu ditekankan agar tidak hanya menjadi pelengkap struktur, tetapi penggerak perubahan yang siap turun ke lapangan, berinovasi dan melayani masyarakat dengan empati.
“Banggalah bukan karena laporan selesai, tapi karena laporan itu berdampak. Jangan hanya disiplin hadir, tapi abai terhadap kebutuhan masyarakat. Masyarakat tidak butuh ASN yang sekadar hadir, tapi yang mengabdi dengan nurani dan aksi nyata,” pesannya.
Seluruh ASN diajak mewujudkan nilai-nilai Berakhlak dalam tindakan nyata dan terus bertransformasi menjadi aparatur yang responsif, berintegritas dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Bangkitlah, bekerjalah dengan nurani dan buktikan saudara memang pantas menjadi bagian dari perubahan besar untuk Mahakam Ulu yang lebih baik,” pungkas Bonifasius.
Editor: Aspian Nur