Rapat bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan masyarakat selama libur Lebaran, terutama dalam hal arus mudik, keamanan lingkungan, serta ketersediaan bahan pokok dan BBM.
Kapolres Mahulu AKBP Anthony Rybok menyampaikan bahwa pihaknya mengundang seluruh instansi terkait guna berkoordinasi dan menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama periode libur panjang.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan kita dalam mengamankan masyarakat selama perayaan Idul Fitri. Fokus utama kita adalah pengamanan arus mudik, rumah-rumah yang ditinggalkan, pusat keramaian, serta kelancaran distribusi bahan pokok dan BBM," ujar Anthony saat ditemui di ruangannya Kamis (13/3/2025) hari ini.
Lebaran menjadi momen penting bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dan melakukan perjalanan mudik. Karena itu peningkatan volume kendaraan dan penumpang di berbagai moda transportasi perlu mendapat perhatian serius.
Terlebih, kondisi geografis Mahakam Ulu yang masih memiliki keterbatasan akses, baik melalui jalur darat maupun sungai, memerlukan pengawasan ekstra dari aparat keamanan dan dinas terkait.
Polres Mahulu bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk memastikan keamanan transportasi air, seperti kapal dan speedboat, yang menjadi moda utama perjalanan bagi warga.
Pemeriksaan terhadap kelayakan kapal, kesiapan mesin, serta kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung akan diperketat demi menghindari kecelakaan di perairan.
Selain itu, pengawasan terhadap para motoris speedboat juga akan diperketat guna memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang memadai dan mematuhi aturan keselamatan. "Kami tidak ingin ada kejadian yang merugikan masyarakat akibat kelalaian dalam operasional transportasi air. Semua pihak harus disiplin dan patuh terhadap aturan," tegas Anthony.
Dalam Operasi Ketupat kali ini, Polres Mahakam Ulu akan menyiagakan sekitar 45 personel khusus yang ditempatkan di beberapa titik strategis, termasuk di posko pengamanan yang didirikan di depan Polsek setempat.
Meski demikian, seluruh anggota kepolisian tetap dilibatkan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan selama periode Lebaran.
Sementara Asisten III Setkab Mahulu Kristina Tening menegaskan seluruh OPD yang berkaitan dengan pengamanan telah diarahkan untuk berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi.
"Kami tidak hanya fokus pada keamanan di jalur transportasi, tetapi juga terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Curah hujan yang tinggi bisa memicu banjir, dan ini harus kita antisipasi sejak dini bersama BPBD," ujar Kristina.
Editor: Aspian Nur