Kapolres Mahulu AKBP Anthony Rybok melalui Kasat Reskrim Polres Mahakam Ulu, AKP Muhammad Syafi’i, menjelaskan, saat ini sedang berlangsung pengiriman logistik dari Samarinda ke berbagai agen dan toko di Mahulu.
"Ketersediaan bahan pokok masih tercukupi hingga mendekati Lebaran. Saat ini juga ada pengiriman logistik dari Samarinda yang akan disalurkan ke beberapa agen dan toko di Mahulu," kata Syafi’i kepada Korankaltim.com Kamis, (12/3/2025).
Harga pun hingga saat ini masih dalam kondisi stabil. "Ada selisih harga sekitar Rp500 hingga Rp1.000 untuk komoditas seperti beras, gula, dan tepung. Sementara itu, harga bawang masih dalam kisaran standar," jelasnya.
Harga bahan pokok di Mahulu saat ini gula Rp19 Ribu per kilogram sementara ayam potong Rp60 ribu per kilogram. Kemudian bawang merah dan bawang putih Rp40 Ribu per kilogram, serta minyak goreng berkisar antara Rp25 Ribu hingga Rp27 Ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit menjadi komoditas dengan harga tertinggi mencapai Rp140 Ribu per kilogram.
Sidak kali ini dilakukan di empat titik di Kecamatan Long Bagun, yaitu dua titik di Kampung Ujoh Bilang dan dua titik di Kampung Long Bagun.
"Untuk kegiatan ini, kami melibatkan Polsek di setiap kecamatan. Polsek akan bekerja sama dengan Muspika setempat dalam pengecekan, sehingga laporan dari setiap wilayah bisa terakomodasi dengan baik," papar Syafi’i.
Jika nantinya ditemukan kenaikan harga yang signifikan atau kelangkaan bahan pokok, pihak kepolisian akan segera menyusun laporan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Namun selama kenaikan harga masih dalam batas wajar, hal tersebut dapat ditoleransi, mengingat tingginya biaya transportasi dari Samarinda ke Mahakam Ulu, baik melalui jalur darat maupun sungai.
Selain memastikan ketersediaan bahan pokok, sidak ini juga bertujuan untuk mengawasi potensi penimbunan atau praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.
Polres Mahulu juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi pembelian dalam jumlah besar atau panic buying, karena stok bahan pokok dinyatakan aman.
"Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak panik, karena pasokan akan terus masuk secara bertahap," tutup
Editor: Aspian Nur