Kebakaran menghanguskan enam rumah di kampung tersebut setelah sebelumnya ditangani personel dari Polsek Jempang dan Polres Kutai Barat yang dipimpin langsung Kapolsek Iptu Sunarto memadamkan kobaran api.
Sunarto bersama personel Polsek segera tiba di lokasi setelah mendapat laporan dari warga sekitar. Mereka bekerja sama dengan warga setempat untuk memadamkan api, sembari menunggu bantuan dari dinas pemadam kebakaran.
"Kami bergerak cepat untuk membantu meminimalisir kerugian, terutama karena rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi," ujar Sunarto kepada Korankaltim.com siang tadi.
Informasi dari seorang warga bernama Wilis, saat kejadian sekitar pukul tiga dini hari dirinya berada di dalam rumah dan mendengar suara ledakan dan teriakan dari samping rumahnya. Wilis keluar dan melihat api sudah membakar rumah Sarkawi di bagian dapur, lokasi dimana api pertama kali muncul.
Willis bersama warga langsung bergerak cepat memadamkan api dengan alat seadanya namun api semakin membesar dan merambat dan membakar rumah warga lain bernama Fadli, Willi, Harto, Eko dan rumah Suparjo. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam kemudian. Kebakaran menghanguskan beberapa rumah warga dan beberapa diantaranya rusak parah. "Sebagian besar bangunan dan isinya hangus terbakar tapi tidak ada korban jiwa dalam," sebut Sunarto.
Masyarakat diminta agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran seperti obat nyamuk dan peralatan dapur.
"Kejadian seperti ini bisa dicegah dengan lebih waspada dan memastikan semua sumber api dimatikan sebelum meninggalkan rumah," imbau Sunarto.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran serta total kerugian yang diakibatkan imbas kebakaran tersebut.
Editor: Aspian Nur
Teks Foto ///
Personel Polsek Jempang membantu memadamkan api akibat kebakaran di Kampung Muara Tae Kutai Barat.
(Dok : Humas Polres Kubar)