Kapolres Mahulu, AKBP Anthony Rybok, menyampaikan bahwa pencarian korban akan diintensifkan selama satu pekan ini.
"Targetnya satu minggu ini, tapi keputusan tetap dari tim yang berada di lokasi kejadian (TKP)," ujar Anthony kepada Korankaltim.com.
Anthony menjelaskan korban yang tenggelam biasanya akan mengambang setelah tiga hari berada di air. Oleh karena itu, tim pencarian akan terus menyisir sepanjang Sungai Mahakam hingga menemukan korban. "Dalam rentang waktu satu minggu ini, kita akan intensifkan pencarian," tambahnya.
Operasi pencarian melibatkan personel Polsek, Polres, Koramil, dan masyarakat sekitar.
Selain menggunakan speedboat dan perahu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres juga mengkoordinir penggunaan perahu masyarakat untuk memperluas jangkauan pencarian.
Tim pencarian menghadapi tantangan berat karena area yang dilewati merupakan riam, yang memerlukan ketelitian ekstra.
Meski demikian, hingga hari keempat pencarian, satu korban telah berhasil ditemukan, yaitu seorang anak yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 15 kilometer dari lokasi kejadian. "Korban yang sudah ditemukan ini langsung dibawa ke rumah duka," kata Anthony.
Ia menambahkan tim pencarian yang terdiri dari personil Polres Mahulu, BPBD, dan Koramil, serta anggota Polsek setempat, masih berada di lokasi untuk melanjutkan pencarian korban terakhir, yakni ayah.
Hingga saat ini, kondisi air sungai tidak terlalu tinggi, yang diharapkan dapat membantu proses pencarian yang masih berlangsung.
Pihak berwenang berharap pencarian korban yang tersisa dapat segera membuahkan hasil agar keluarga bisa segera mendapatkan kepastian atas nasib korban.
Editor: Supiansyah