Tiga pasang calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang akan bersaing di kabupaten tersebut yaitu Nomor Urut 1 Frederick Edwin dan Nanang Adriani (FENA), Ahmad Syaiful dan Jainuddin (AHJI) yang merupakan Paslon Nomor Urut 2 dan Paslon Nomor Urut 3 Sahadi dan Alexander Edmond (DIAMOND) mengeluarkan pendapat yang berbeda terkait masalah jalan rusak saat debat perdana tersebut.
Dalam sesi pendalaman visi misi juga program kerja, pasangan AHJI mendapat kesempatan menjelaskan program strategis untuk meningkatkan kualitas jalan di Kabupaten Kutai Barat dan menurut Jainuddin permasalahan jalan rusak disebabkan oleh pelaku usaha berizin seperti perusahaan sawit dan mereka harus bertanggung jawab.
"Kami mengajak pihak yang berinvestasi di wilayah Kutai Barat wajib ikut serta menjaga dan memelihara jalan umum yang dilewati dan itu cara untuk meningkatkan kualitas dan perbaikan jalan ke depan" ucap Jainuddin
Namun hal tersebut dinilai kurang tepat oleh Edwin. Menurutnya, pemerintah seharusnya mewajibkan agar pihak perusahaan sawit tersebut membuat jalanannya sendiri dan langkah konkret yang bisa dilakukan pihak pemerintah adalah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi agar perbaikannya segera dilakukan.
"Kontribusi perusahaan terhadap jalan itu kurang tepat karena biaya pekerjaan jalan sangat tinggi, jalan rusak yang terjadi karena banyak kendaraan yang muatannya tidak dibatasi" ujar Edwin.
Sedangkan Sahadi mengatakan perbaikan jalan yang rusak adalah jalan provinsi yang merupakan kewenangan pemerintah pusat dan kalau penanganannya dilimpahkan ke pemerintah kabupaten maka akan lebih cepat terealisasi perbaikannya.
"Karena itu kita sepakat untuk mendongkrak ini ke pusat supaya penanganan jalan ini bisa diberikan kewenangan kepada daerah supaya percepatan-percepatan penanganan jalan kita ini bisa lebih cepat perbaikkannya," sebut Sahadi.
Data infografis Kabupaten Kutai Barat, pada tahun 2023 panjang jalan Kabupaten Kutai Barat adalah 1523,44 kilometer dimana sepanjang 258,64 kilometer terklasifikasi rusak berat dan sepanjang 218,2 kilometer terklasifikasi rusak.
Editor: Aspian Nur