Pemkab Mahulu Terima Bankeu Rp29 Miliar
1 menit baca142 kali dibaca

Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menerima bantuan keuangan (Bankeu) sebesar Rp29 miliar dari Pemprov Kaltim pada tahun ini.
Dari jumlah tersebut, bankeu non spesifik sebesar Rp11,8 miliar sudah ditransfer ke kas daerah, di mana bantuan dana itu juga mencakup sebanyak 25 persen di tahap pertama bankeu non spesifik dan 100 persen bankeu spesifik.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdakab Mahulu, Lorensius Liah kepad Korankaltim.com, Jumat (20/9/2024) menjelaskan bantuan ini sangat penting untuk mendukung pembangunan di kabupaten termuda di Kaltim itu.
Sebagai daerah yang masih baru, kami memiliki banyak kebutuhan pembangunan. Bankeu dari Pemprov Kaltim sangat membantu dalam mendukung kegiatan pembangunan dan layanan dasar di Mahakam Ulu," kata Lorensius.
Ia menyampaikan, bankeu non spesifik dari Pemprov Kaltim dialokasikan untuk proyek rekonstruksi Jalan di Kecamatan Laham-Jalan Poros Provinsi, dengan capaian fisik 28,7 persen dan realisasi keuangan 20 persen.
Sementara untuk bankeu spesifik lebih digunakan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Pratama (RSP) Nawacita Datah Dawai, Kecamatan Long Pahangai yang juga termasuk dalam pengadaan alat kesehatan, ambulance air, serta pengelolaan limbah B3 dan limbah domestik.
"Selain itu, bankeu spesifik juga dialokasikan untuk sektor pertanian, dana desa, pelatihan tenaga terampil di bidang konstruksi, serta penanganan masalah stunting," terangnya.
Kendati demikian, Lorensius menyebutkan bahwa jumlah bantuan yang diberikan saat ini masih belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan pembangunan di Mahulu.
Atas hal itu, ia mengaku berharap ke depan alokasi bankeu untuk wilayah 3T ini dapat ditingkatkan agar Mahulu dapat menjadi prioritas dalam pembagian bantuan keuangan dari pemerintah provinsi setempat.
"Ada banyak pertimbangan dalam penyaluran bankeu, tapi kami berharap Mahulu bisa diprioritaskan agar proses pembangunan dapat dipercepat," tutupnya.
Editor: Supiansyah










