Acara yang diadakan atas inisiatif Hertalina, yang juga bekerja di Disdikbud Kubar mempersembahkan pertunjukan kesenian daerah Kubar khususnya Seni Tari yang diadakan dalam rangka mendukung aplikasi pemajuan kebudayaan.
"Saya secara pribadi menginisiasi acara ini karena tergerak hati intuk menumbuhkan minat para kaula muda untuk mencintai seni tari, khususnya untuk daerah kutai barat," ucap Hertalina yang juga lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 2012.
Lebih lanjut ia menjelaskan acara yang tergolong sukses ini tidak lepas dari bantuan beberapa rekanan, seperti pimpinan dan kepala bidang Dinas Pendidikan, Toko "Duta Mart" dan Jemari Organizer sebagai sponsor yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.
Kepada korankaltim.com Hertalina berharap agar pemerintah daerah serta pemangku jabatan di Kubar dapat mendukung acara serupa kedepannya, agar seni tari kubar bisa dikenal luas.
"Semoga pemerintah dan pemangku jabatan daerah kubar bisa lebih memberikan suport dan dukungan agar seni tari kubar bisa dikenal ke seluruh wilayah nusantara maupun mancanegara," harapnya.
Selama kuang lebih satu jam acara tersebut mampu menampilkan 13 pertunjukan seni tari dari tujuh sanggar seni yakni, sanggar seni Batun Tonoi, Sengkreak Walo, Lou Pore, Sempekat Peluatn, Pancuur Mentuah, Puhutn Ngelewai, Sengkreaq Walo Tari Melayu, Siluq Pore Group, Tiwatn Company, Tari Kreasi PPA IDE 510 Suluh Bernas, dan Whisper Dance.
Editor: Supiansyah