Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PUPR Mahulu Didik Subagya. “Kami melihat kekurangan tenaga kerja terampil jadi penyebab kegagalan beberapa paket kegiatan tahun lalu. Karena itu kami menggelar pelatihan sebagai langkah penting untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia mengejar ketertinggalan,” ujar Didik.
Pelatihan yang dimaksud Didik adalah Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang berlangsung di Lamin Adat Ujoh Bilang Rabu (4/9/2024) hari ini dengan tujuan utama mengatasi kesenjangan tenaga kerja konstruksi di wilayahnya, diikuti 75 peserta yang merupakan tenaga konstruksi lokal dari lima kecamatan di Mahulu.
Nantinya PUPR Mahulu akan melakukan pengawasan untuk memastikan peserta pelatihan yang mendapatkan sertifikat dapat terlibat dalam proyek-proyek di lapangan.
“Selama ini, pekerja di Kecamatan Long Bagun, Long Apari dan Long Pahangai banyak yang berasal dari luar daerah dan itu tidak ideal. Kami berharap pelatihan ini dapat menjembatani kesenjangan tersebut,” harapnya.
Sertifikat yang diberikan harus diterapkan secara efektif. “Kami akan menilai seberapa banyak dari 75 sertifikat yang dikeluarkan dapat digunakan dalam proyek pembangunan pemerintah pusat. Sertifikat harus diimbangi dengan penerapan nyata di lapangan agar output yang diharapkan dapat tercapai,” papar Didik.
Sementara Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh yang hadir pada acara pelatihan menekankan pentingnya peran tenaga kerja konstruksi dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur yang baik dan berkualitas memudahkan mobilitas, aksesibilitas dan membuka peluang untuk sektor-sektor lain seperti pariwisata dan perdagangan. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi sangat penting,” ungkap Bonifasius.
“Kami ingin memastikan bahwa tenaga kerja di daerah ini memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan persyaratan nasional. Ini adalah bagian dari dukungan kami terhadap program pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Diharapkan peserta yang mengikuti pelatihan dapat memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya dan menerapkan ilmu yang diperoleh dengan profesionalisme.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan instruktur yang memberikan ilmu dan pengalaman. Kontribusi mereka sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Mahakam Ulu,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur