Pimpinan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Balok Asa Sulpawati kepada Korankaltim.com menjelaskan, mulai hari ini akan diberikan makanan tambahan bergizi kepada enam balita dengan kategori tidak bertambah tinggi dan tidak bertambah berat badan atau kurang gizi dan stunting. "Kegiatan ini merupakan perhatian semua elemen dalam pencegahan dan penanggulangan kasus stunting di Kubar," kata Sulpawati.
Hal senada disampaikan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Yosefa Marleni sebagai koordinator yang ditunjuk untuk menyiapkan serta mengolah makanan bergizi dalam program Dapur Sehat (Dashat). Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung tiga bulan yang mana setiap enam hari akan diberikan makanan ringan dan satu hari diberi menu lengkap.
"Selama 90 hari kedepan, kami akan terus memberikan makanan tambahan dari bahan-bahan lokal berupa kudapan, dan juga pemberian susu" sebut Yosefa.
Petinggi Kampung Balok Asa Susanto menambahkan mereka menanggung keseluruhan biaya Dapur Sehat mulai dari pengadaan alat masak maupun bahan makan yang akan diolah dan transportasi. "Kami telah menganggarkan dana tersebut dalam anggaran Dana Desa," ucap Susanto.
Keenam balita akan terus dipantau dan setiap dua minggu akan dilihat perkembangannya. "Kalau memang ada kenaikan berat badannya kami stop dulu, cari yang lain lagi kalau ada, kalau tidak ada kan artinya usaha kami sukses untuk penanggulangan balita gizi kurang ini,” sebut Susanto.
Susanto mengimbau kepada keluarga di Kampung Balok Asa agar bersama-sama menjaga asupan gizi balita masing-masing guna mencegah terjadinya stunting “Untuk pola asuh juga harus lebih diperhatikan, karena salah satu faktor penyebab stunting ini ada di pola asuh," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur