Kapolres Mahulu AKBP Anthony Rybok menyampaikan hal tersebut kepada Korankaltim.com, Senin (26/8/2024) saat ditemui di ruang kerjanya. Alasan mengapa ia menyoroti hal tersebut karena menurutnya Pilkada kali ini pemilih yang cukup banyak jika dibandingkan dengan pilkada sebelumnya.
"Saya sampaikan begitu karena memang setiap tahun setiap yang pertama, yang kedua, ini yang ketiga kan ini tentunya dilihat dari pemilih lebih banyak ya kan?," ujarnya.
Bertambahnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) juga berdampak pada pertambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan diakui Anthony memiliki potensi yang memicu timbulnya konflik saat Pilkada November mendatang di Mahulu.
"Kalau dulu mungkin 17 ribu pemilih, kalau sekarang sudah 27 ribu pemilih, terus masyarakat Mahakam Ulu dulunya tidak sebanyak sekarang dengan adanya penambahan, otomatis itu juga ada potensi," papar Anthony.
Utamanya potensi konflik yang berkaitan dengan jumlah DPT, terkait dengan persaingan antar calon sehingga hal ini diakuinga tentu memiliki potensi-potensi yang lebih pada sebelum-sebelumnya.
Anthony menghimbau masyarakat jika dalam berpartisipasi secara aktif juga penting untuk menjaga perdamaian dan persatuan meski memiliki pilihan yang berbeda-beda, dengan tetap menjunjung tinggi kedamaian di tengah masyarakat baik selama pelaksanaan kampanye bahkan perhitungan suara.
"Himbauan kami mari berpartisipasi secara aktif tapi tetap menjaga perdamaian, persatuan walaupun berbeda-beda pilihan. Tetap menjaga kedamaian di tengah masyarakat baik itu masa kampanye maupun sampai pada masa nanti pada saat pleno penghitungan suara," tutup Anthony.