Paulus menyampaiikan KPU sebelumnya telah melakukan coklit data dari KPU RI (DP4) yang berjumlah 28.067 pemilih. Namun, dari hasil coklit yang berjalan selama kurun waktu satu bulan, ditemukan banyak perubahan. Terutama terkait data pemilih yang meninggal dunia, status kependudukan pemilih yang mengalami kesalahan penulisan nama, NIK, No KK, serta data kependudukan yang ganda.
Sehingga untuk jumlah DPS yang telah ditetapkan KPU Mahulu adalah sebanyak 27.909 pemilih, yang terdiri dari 15.133 pemilih laki-laki dan 12.776 pemilih perempuan. Mereka tersebar di lika kecamatan, 50 desa atau kelurahan serta terbagi dalam 77 jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Paulus menyampaikan, tahap selanjutnya KPU Mahakam Ulu akan mengumumkan hasil rekapitulasi DPS ini kepada masayarakat dengan harapan agar masyarakat dapat memberikan masukan serta koreksi jika terdapat data yang kurang sesuai. Sehingga pada hari pemilihan dilaksanakan, tidak ada lagi pemilih yang komplain terkait data.
“Jangan sampai pada hari H baru komentar, kenapa saya tidak masuk? Kenapa nama saya tidak terdaftar? Kenapa nama saya salah, terlalu banyak,” ucap Paulus.
Dirinya mengaku, hal tersebut sudah kerap kali dialami KPU Mahulu pada pemilu sebelumnya. Sehingga ia berharap dari penetapan DPS oleh KPU Mahulu yang sudah dilaksanakan kali ini nantinya mendapatkan hasil yang baik agar pelaksanaan Pilkada di Mahulu bisa berjalan dengan lancar.
“Tentunya dengan dengan data pemilih yang bisa kita katakan valid. Jadi tidak ada lagi bahasa bahwa KPU menghidupkan orang mati lagi, kenapa KPU mendaftarkan pemilih yang tidak kami kenal? Nah hal ini kita (KPU Mahulu) sudah coba setiap pemilu, jangan sampai ada lagi yang seperti itu,” tegasnya.
Sehingga dengan mengumumkan hasil rekapitulasi DPS ini kepada masayarakat untuk mengoreksi terhadap data-data yang kurang sesuai, KPU berharap upaya tersebut nantinya bisa memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang ada. Paulus mengaku, KPU Mahulu terus berkomitmen untuk menyinkronkan data pemilih sampai ke Disdukcapil.
“Karena kita antisipasi supaya nanti di hari H sudah tidak banyak komplain lagi,” tutupnya.
Editor: Supiansyah