"Festival Luuq Bangkit ini kami selenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79," kata Koordinator Seni Festival Luuq Bangkit, Puncan, Sabtu (10/9)
Puncan menjelaskan, festival tersebut berisikan perlombaan tari tradisional untuk wilayah Kabupaten Kubar yang akan dilaksanakan di halaman Kantor Petinggi Kampung Geleo Asa.
"Perlombaan seni tari ini kami adakan dengan persyaratan utama, musiknya harus live dan bukan rekaman," tegas Puncan
Menurutnya, saat ini pentas seni tari tradisional banyak menggunakan musik rekaman, dan hal tersebut dikhawatirkan musik asli dan pelesatariannya di kemudian hari akan hilang. Untuk itulah, Festival Luuq Bangkit mencoba membangkitkan kembali minat generasi muda.
"Semoga perlombaan seni tari dengan musik live, nantinya dapat menggugah minat para generasi muda, dan tertarik untuk mengembangkannya," harap Puncan.
Petinggi Kampung Geleo Asa, Idris menyebut pembiayaan festival itu bersumber dari dana desa.
"Pendanaan murni dari dana desa, kdepannya kami akan ajukan program ini kepada pemerintah daerah melalaui Dinas Pariwisata agar bisa diadakan rutin minimal dua tahun sekali," ucap Idris.
Idris tidak ingin dengan kemajuan zaman saat ini membuat seni budaya tradisional jadi tenggelam.
"Festival ini dibuat untuk melestarikan seni tradisional kita, dan dimulai dari pemberdayaan masyarakat kampung," ucap Idris.
Festival Luuq Bangkit masih diperpanjang pendaftarannya sampai dengan Minggu (11/8/2024), dan terbuka untuk masyarakat umum.
Selain festival ini, rangkaian HUT RI Kampung Geleo Asa juga menggelar pertandingan bola voli, bulu tangkis dan dan catur sejak 1 Agustus yang lalu.
Editor: Supiansyah