Fasilitas air bersih itu satu dari 20 titik se-Kalimantan Timur yang diresmikan Jumat (9/8/2024) hari ini di Kampung Long Bagun Ulu.
Program ini menjadi inisiatif utama TNI AD dalam mengatasi masalah kebutuhan air bersih masyarakat di Indonesia, termasuk di Mahulu mengingat pentingnya air sebagai kebutuhan dasar. Sumber daya air menjadi kunci untuk pertanian, peternakan, perdagangan, industri, rumah tangga dan aktivitas lingkungan.
Komandan Kodim 0912/Kutai Barat Eko Handoyo melalui Komandan Rayon Militer (Danramil) Long Bagun, Lettu Inf Rahman Sahanung menjelaskan, bantuan sumur bor atau air bersih ini merupakan bukti dukungan pemerintah untuk menyukseskan program seluruh jajaran TNI AD, terutama membantu masyarakat mendapatkan air bersih, karena menurutnya air adalah sumber kehidupan. Kemudian, ia menjelaskan bantuan ini juga merupakan kegiatan unggulan yang terus digalakkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
"Tujuannya untuk membantu kesulitan masyarakat terutama dalam pemenuhan fasilitas air bersih dan penurunan angka Stunting diwilayah," ucap Eko.
Program TNI Manunggal Air Bersih merupakan program penting TNI AD selain dari program ketahanan pangan dan TNI ingin hadir sebagai solusi ditengah kesulitan yang dialami masyarakat, tentang pemberian fasilitas air bersih.
"Ini adalah wujud nyata TNI dalam membantu mengatasi kesulitan-kesulitan masyarakat dan TNI selalu hadir ditengah masyarakat sebagai wujud kemanunggalan TNI – rakyat karena TNI lahir dari rakyat," paparnya.
Program ini menjadi solusi tepat bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi saat musim kemarau panjang tiba tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Maka dirinya berpesan apa yang sudah diberikan oleh TNI AD nantinya bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat khususnya warga Kampung Long Bagun Ulu.
"Sehingga bisa meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan yang lebih layak. Mudah-mudahan fasilitas sumur air bersih ini bisa bermanfaat dan sedikit bantuan yang kita berikan juga bisa meringankan beban warga yang ada disini," pungkas Eko.
Editor: Aspian Nur