Kepala Badan Kesbangpol Mahulu Enggelbertus Ibrahim saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (31/7/2024) hari ini menyebut, memberi pemahaman politik kepada masyarakat Mahulu satu diantara caranya adalah bersosialisasi terutama bagi pemilih pemula di sekolah-sekolah.
"Kami sosialisasi di kecamatan-kecamatan, menyasar sekolah-sekolah," kata pria yang bisa disapa Enggel itu kepada Korankaltim.com Rabu (31/7/2024) hari ini.
Dalam sosialisasi biasanya Kesbangpol melibatkan penyelenggara dan pengawas pemilu yaitu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mahulu, memberikan penjelasan terkait tahapan dan sanksi saat Pilkada berlangsung.
"Biasanya kami bermitra dengan KPU dan Bawaslu. Jadi disosialisasi itu biasanya secara tahapan KPU yang menjelaskan, untuk sanksi Bawaslu yang menjelaskan," sebutnya.
"Kami satu tim dan kegiatan itu sudah berjalan dan sedang berlangsung selama ini. Kmudian juga ada kegiatan pendidikan politik, untuk pemilihan pemula sampai loyalitas ASN juga kita buat," ujar Enggel lagi.
Terpisah, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Mahulu Wehelmus Wimpi Feli menambahkan, sosialisasi yang dilakukan Kesbangpol Mahulu merupakan tugas mereka terutama dalam meningkatkan pemahaman politik kepada masyarakat. Kesbangpol Mahulu berharap dengan begitu dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada yang mana Kesbangpol Mahulu menargetkan partisipasi pemilih mencapai angka 80 persen.
"Sengaja kami melibatkan kelompok pemuda karena sebagian besar pemilih juga datang mereka. Kami berharap target itu bisa tercapai karena kalau 80 persen terpenuhi sisa beberapa persen lagi masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya," sebut Wimpi.
Editor: Aspian Nur