Meski demikian, ia memahami pembangunan jembatan ini tentu butuh biaya besar dan waktu yang lama. Lantaran mengingat banyaknya jembatan yang harus dibangun di Mahulu hampir seluruh daerahnya dihubungkan jembatan. "Hanya jembatan itu mahal, kalau dipikiran kita banyak," katanya, Selasa (28/5/2024).
Dia berharap rencana itu dapat terealisasi, mengingat jembatan sebagai sarana perantara antar kampung memiliki peran yang sangat besar. Dengan adanya jembatan permanen, maka aktivitas masyarakat dan kesejahteraannya akan ikut meningkat.
"Masih banyak juga jalan jembatan bailey belum beton. Kan kalau sudah jembatan permanen, semua orang bisa lewat, seperti kendaraan pengangkut sembako dan alat berat pun bisa lewat," jelasnya.
Ia menyebut bahwa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah jembatan darurat. Hal itu karena kebanyakan jembatan darurat di Mahulu masih mengandalkan kayu.
"Terutama yang jembatan kayu yang masih berbentuk log-log itu ya, jembatannya maupun yang pakai gorong," tuturnya.
Bahkan, ia menyebutkan, masih banyak daerah hilir Kabupaten Mahulu yang belum dibanguni jembatan. "Belum di hilir, banyak daerah di Sungai Batuan, di situ kan belum," tutupnya. (*/kk)
Editor: Maruly Z