Meski usia 11 tahun Mahulu masih beberapa bulan ke depan, persiapan Disparpora tahun ini cukup berbeda dari perayaan sebelumnya. Diantaranya, dengan menggelar tiga event sekaligus yang bertujuan menyambut kunjungan para kontingen dan wisatawan nusantara bahkan mancanegara.
Tiga event itu adalah Festival Hudoq Pekayang yang berhasil masuk dalam Karisma Event Nasional (KEN), pemotretan telinga panjang di salah satu negara di Asia, dan cross border atau penjualan barang impor. Kepala Disparpora Mahulu Yason Liah mengatakan, pihaknya juga terus menerus melakukan terobosan dan berbagai strategi baru. Terutama untuk meningkatkan potensi Mahulu di bidang sektor pariwisata, khususnya di wilayah yang sudah berjalan tempat ke pariwisataannya. "Seperti di Batu Majang yang sudah kami mengusung konsep homestay dengan menggunakan rumah penduduk," katanya.
Menurutnya, hal itu menjadi rencana dan bagian startegis pihaknya dalam jangka pendek yang saat ini bisa mengakomodir kebutuhan kepariwisataan di Mahulu, khususnya, kunjungan para wisatawan baik lokal maupun luar wilayah Kaltim hingga Mahulu. “Makanya target kita tahun ini penyelesaian pengadaan sentra pariwisata itu yang pertama,” ungkapnya.
Selanjutnya, Yason menyebut bahwa Disparpora Mahulu akan menfasilitasi KEN yang sudah masuk jadwal nasional di 19 - 22 Oktober 2024 di Long Isun, Kecamatan Long Pahangai. "Sama di tingkat internasional rencananya Disparpora akan melakukan pemotretan telinga panjang di sebuah negara di Asia. Namun, mengenai rencana ini akan disesuaikan dengan keadaan," tambahnya.
Ia mengaku, nantinya Disparpora akan melakukan eksebisi untuk menunjukkan kearifan lokal masyarakat Mahulu serta hendigraf atau karya kerajinan tangan yang bisa diperoleh dari Mahulu. "Ya yang sudah berjalan saat ini pengadaan sentra pariwisata itu. Sekarang tinggal tunggu hasil pengadaan penlok (penetapan lokasi) saja," tutup Yason.
Editor: Maruly Z