Atas prestasi itu, tim Bagian Hukum Setkab Mahulu menerima penghargaan berupa piagam dan sertifikat yang diberikan oleh Biro Hukum Pemprov Kaltim di Hotel Royal Victoria, Sangatta Kutai Timur (Kutim), Kamis (7/3/2024) lalu.
Kepala Bagian Hukum Setkab Mahulu, Arsenius Luhan mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan timnya dalam mencapai prestasi yakni rutin melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pembina JDIH melalui Biro Hukum Pemprov Kaltim dan pusat.
“Jadi di sana kan kita sudah tahu itu indikator-indikator penilaian, jadi Kabupaten Mahakam Ulu berusaha memenuhi semua indikator-indikator itu sesuai dengan waktu yang ditentukan,” terang Arsenius.
Selain itu, timnya selalu melakukan kunjungan dan studi tiru ke kabupaten/kota yang meraih peringkat tertinggi nasional khususnya yang menduduki peringkat satu, dua dan tiga. “Itu hal yang kami lakukan kemarin,” imbuhnya.
Dia dan timnya selalu melakukan berbagai upaya demi memenuhi 12 indikator capaian dalam pengelolaan JDIH, terutama indikator yang berhubungan dengan meta data. “Karena nanti akan masuk di rekor dan akan dilaporkan,” terangnya.
Namun, di balik pencapaian yang berharga itu Arsenius membeberkan kendala jaringan yang kerap kali terputus (FO Cut) selalu dirasakan timnya sehingga mengakibatkan gangguan pada server yang tiba-tiba membuat pekerjaan mereka selalu tertunda.
Selain itu, dengan kondisi jaringan di Mahulu yang belum memadai membuat timnya terkadang kesulitan dalam menyesuaikan dengan perubahan yang diberikan oleh Pembina Hukum Nasional (BPHN).
“Itu yang kadang-kadang kita di Mahakam Ulu ini kita terkendala. Tetapi untuk mengatasi kendala itu kita sering melakukan koordinasi dengan BPHN agar kendala ini segera kita selesaikan,” jelasnya.
Kemudian ia sebut masalah infrastruktur juga masih menjadi kendala timnya. Ia mengaku saat ini mereka masih menumpang dari salah satu ruangan di Kantor Setkab karena JDIH memerlukan tempat yang representatif.
“Makanya kami minta ke Setkab satu ruangan khusus untuk JDIH. Jadi kami dapat ruangan. Mudah-mudahan sudah bisa kita gunakan,” paparnya.
Atas capaian tersebut, ia berharap kinerja di tahun ini bisa lebih meningkat dari pada tahun sebelumnya karena target besaran dari capaian penilaian tiap kabupaten/kota untuk tahun ini telah dinaikkan lagi.
“Jadi kemungkinan ini yang buat teman-teman bekerja keras untuk mempertahankan posisi yang ada pada saat ini,” sebutnya.
Sehingga dengan menduduki 16 besar pada tahun 2022 di tingkat nasional dan juara satu terbaik se-Kaltim, dia menargetkan akan membawa kabupaten termuda di Kaltim ini bisa menduduki posisi 10 besar di tingkat nasional.
“Perolehan nilai kemarin ada sekitar 90-an untuk di posisi 16 besar. Ya harapan kita di atas itu biar bisa masuk 10 besar,” tutupnya.
Editor: Maruly Z