Tak sedikit biaya dikeluarkan untuk membangun gereja tersebut, bahkan untuk menyelesaikan satu gereja menghabiskan anggaran hingga Rp11 Miliar.
Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (6/3/2024) hari ini menjelaskan hal tersebut.
Adalah Gereja Stasi Batoq Kelo di Kampung Ujoh Bilang yang dibangun PUPR Mahulu dinilai sudah sepenuhnya selesai dan siap untuk diresmikan. “Kami tunggu kesiapan dari gerejanya untuk peresmian, tergantung situasi dan kondisi,” kata Avun.
Stasi sendiri adalah istilah kewilayahan dalam Gereja Katolik. Stasi berada di dalam Paroki, pada stasi tidak selalu terdapat pastor di kapel atau gereja yang terdapat di stasi tersebut. Ibadat atau misa di stasi masih tergantung dari jadwal imam dan diakon di Paroki yang menaunginya.
Ketua DPC Partai Golkar di Mahulu itu mengatakan, dirinya sempat meninjau Gereja Stasi Batoq Kelo pada Februari lalu. “Pembangunan gereja membutuhkan dana sekitar sebelas miliar rupiah,” paparnya.
Sebagaimana dia menyebut, pembangunan fasilitas umum (fasum) itu dilakukan dalam tiga tahap. “Ada yang di Mamahak Teboq, Mamahak Besar, Long Lunuk dan Datah Suling juga,” lanjutnya.
Menggunakan anggaran yang cukup besar karena diakumulasikan dari beberapa dominasi gereja seperti Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) atau gereja Kristen Protestan.
Editor: Aspian Nur